Pikiran Rakyat
USD Jual 14.060,00 Beli 14.158,00 | Sebagian cerah, 20.8 ° C

Pria Stres Bakar Rumah setelah Tusuk Tetangga hingga Tewas

Riesty Yusnilaningsih

USAI menusuk tetangganya hingga tewas, pelaku lantas membakar rumahnya sendiri.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
USAI menusuk tetangganya hingga tewas, pelaku lantas membakar rumahnya sendiri.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Warga Kampung Ceger, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu 10 Juni 2019 dibuat gempar oleh salah satu warganya yang berinisial AZ (44). Pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu nekat membakar rumahnya setelah menusuk tetangganya hingga tewas.
Kejadiannya berlangsung sekitar Magrib. Sejumlah penghuni kontrakan milik Nanti sudah berkumpul di dalam rumahnya saat hari beranjak malam.

Adapun Ahmad Diatno (38) masih menyibukkan diri di teras rumahnya sambil merapikan sayuran yang akan dikirimnya ke supermarket. Aktivitasnya terusik manakala AZ datang dan langsung menyerbunya tanpa banyak kata-kata.

"Saudara saya langsung dicekik dan dipukul oleh AZ. Karena posisinya membelakangi, jadi saudara saya tidak tahu AZ datang dan langsung menyerang, sehingga dia tidak bisa melawan," ucap Sulistiono (40), sepupu korban yang tinggal bersebelahan di kontrakan yang sama.

Pertikaian tersebut mengundang perhatian penghuni sekitar yang lantas keluar dari rumahnya untuk melerai bentrok di antara kedua pelaku dan korban. Setelah berhasil dilerai, salah seorang warga mengantarkan pulang pelaku ke rumahnya yang berjarak tak sampai 15 meter dari rumah korban.

Namun selang 5 menit kemudian, nyatanya pelaku datang lagi. Kali ini sambil membawa sebilah pisau dapur.

"Saya langsung teriaki warga bilang pelaku datang lagi bawa pisau. Ibu-ibu sama anak-anak yang sedang kumpul saya teriaki supaya masuk rumah," katanya.

Sulistiono menduga sepupunya akan ikut lari atau bersembunyi setelah diberi tahu kedatangan pelaku. Namun nyatanya korban justru meladeni serangan lanjutan pelaku.

"Tapi perlawanannya tidak lama karena langsung tersungkur setelah ditusuk dada kanannya oleh pelaku," ucapnya lagi.

Sulistiono dan tetangga lainnya sempat kesulitan melepaskan korban dari pelaku yang langsung mengalungkan tangannya ke tubuh korban sambil bergulingan di tanah. Tapi begitu berhasil dilepas, ia berinisiatif mengikat pelaku di salah satu sudut rumah agar tak kabur.

Kobaran api

Sementara di atas tanah, korban sudah tak berdaya. Korban lantas dilarikan ke Rumah Sakit Kartika Husada meski tidak tertolong.

"Sampai rumah sakit dibilang sudah tidak bernyawa, sepertinya meninggal dalam perjalanan atau bahkan di lokasi karena setelah ditikam tidak bersuara minta tolong atau sekadar merintih," ucapnya.

Untuk keperluan administrasi rumah sakit, Sulistiono pun kembali ke kontrakannya. Saat itu ia dibuat bingung karena akses jalan menuju rumahnya yang mendadak ditutup. Lantas ada kobaran api di sekitar kontrakannya.

Nyatanya api berkobar dari rumah pelaku AZ. Dia sendiri yang membakar rumahnya setelah kabur melepaskan diri dari ikatan. Api tak sampai merembet ke rumah lainnya, tapi rumah pelaku yang berukuran sekitar 60 meter persegi hangus hampir di seluruh bagiannya.

Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan pelaku kini telah diamankan polisi, berikut barang bukti pisau yang digunakan menikam korban.

"Sudah dilakukan juga olah TKP, tapi untuk motif masih kami dalami," ucapnya.

Sulistiono sendiri mengaku tak paham apa yang memantik emosi pelaku hingga menyerang sepupunya hingga tewas. Sebab meski hidup bertetangga, keduanya tak pernah saling berkomunikasi karena tidak mengenal satu sama lain.

Sulistiono dan warga kontrakan lainnya hanya mengetahui AZ mengalami gangguan mental. Dugaan tersebut berdasarkan keterangan warga lain yang sudah lebih lama tinggal di sana.
"Kami sendiri baru sekitar dua tahun tinggal di kontrakan ini dan tidak bergaul dengan pelaku," katanya.

Perihal gangguan mental pelaku pun, Sulistiono mengaku tak pernah melihat yang bersangkutan mengamuk sebelumnya. Jika sedang 'kumat', AZ yang ditinggal pergi anak dan istrinya itu sekadar berjalan linglung sambil membawa-bawa tongkat kayu.

"Saya kira dia begitu tidak akan membahayakan orang, nyatanya sampai menewaskan saudara saya," katanya.

Jenazah Ahmad Diatno langsung dibawa ke kampungnya di Cilacap untuk dimakamkan. Korban meninggalkan istri dan empat orang anak, termasuk si bungsu yang baru berusia tiga bulan.***

Bagikan: