Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 28.6 ° C

Preman Incar Wisatawan dengan Modus Cuci Mobil Paksa

Tim Pikiran Rakyat
POLISI mengamankan sejumlah pelaku pungli di kawasan objek wisata Cipanas untuk diberikan pembinaan.*/AGUS SOMANTRI/GALAMEDIA
POLISI mengamankan sejumlah pelaku pungli di kawasan objek wisata Cipanas untuk diberikan pembinaan.*/AGUS SOMANTRI/GALAMEDIA

GARUT, (PR).- Kepolisian Resor (Polres) Garut berhasil mengungkap praktik kejahatan pungutan liar (pungli) yang dilakukan sejumlah preman di kawasan objek wisata saat musim libur Lebaran ini, di antaranya di objek wisata Cipanas.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan pihaknya mengamakan sejumlah pelaku yang dinilai telah memeras wisatawan dengan modus meminta uang parkir dan jasa pencucian mobil wisatawan.
 
"Kita sudah amankan sejumlah pelaku, kasusnya biasa cuci maksa. Biasanya mereka meminta imbalan antara Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu," ujarnya, Minggu 9 Juni 2019.

Budi mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali mengimbau masyarakat sekitar kawasan objek wisata, termasuk Cipanas, serta melalui tokoh masyarakat agar menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan masyarakat, terutama kepada wisatawan yang datang berkunjung.  

Namun, menurutnya, kasus tersebut kembali muncul sehingga pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas dengan mengamankan pelaku yang melakukan pungli di kawasan objek wisata tersebut.

"Kasusnya masih ditangani dan menjadi perhatian kami agar jangan sampai terjadi lagi," ucapnya.

Jaga citra positif

Budi menyebut, saat musim libur Lebaran seringkali digunakan banyak orang orang untuk berwisata, sehingga sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga citra positif dan nama baik Kabupaten Garut. 

"Garut ini menjadi sorotan karena mempunyai banyak destinasi wisata. Banyak orang berbondong-bondong ke Garut untuk berwisata, sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga ketertiban, kanyamanan, dan keamanan," katanya kepada wartawan Galamedia, Agus Somantri.  

Budi juga mengimbau, apabila ada wisatawan yang merasa dirugikan terutama ada kaitannya dengan tindak pidana pemerasan atau lainnya untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat agar secepatnya ditindaklanjuti.

"Sekecil apapun kalau ada yang berkenaan masalah gangguan keamanan segera laporkan, apalagi berkaitan dengan pidana," ucapnya.

Ia menambahkan, selama ini Polres Garut tidak hanya melakukan operasi pengamanan Lebaran saja, akan tetapi terus dilakukan operasi penyakit masyarakat lainnya secara rutin untuk memberikan rasa aman dan myaman kepada masyarakat.  

Selama digelar operasi penyakit masyarakat (pekat), lanjut Budi, pihaknya tidak hanya mengamankan praktik preman dan pungli di tempat wisata saja, namun juga telah berhasil mengungkap kasus lain seperti peredaran minuman keras (miras) hingga prostitusi.

"Premanisme terus miras, prostitusi juga masih ada. Intinya kita masih dalam waktu Operasi Ketupat dan Pekat (penyakit masyarakat) yang sampai sekarang masih terus dilakukan," katanya.***

Bagikan: