Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

ASN Mangkir Kerja Pascalibur Lebaran, Namanya Akan Dipublikasikan

Riesty Yusnilaningsih
ILUSTRASI ASN.*/DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI ASN.*/DOK. PIKIRAN RAKYAT

BEKASI, (PR).- Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sanksi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak masuk pada hari pertama kerja pascalibur Idulfitri, Senin 10 Juni 2019, tanpa alasan jelas. Tak sekadar sanksi, nama-nama aparatur yang indisipliner tersebut juga akan diumumkan ke publik demi memberikan efek jera.

Pada saat pelaksanaan apel di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, setidaknya ada 37 pegawai yang absen tanpa keterangan jelas. Jumlahnya kemungkinan bertambah karena tersebarnya posisi kantor dinas Pemkot Bekasi di sejumlah lokasi.

"Saat ini masih dirangkum berapa totalnya," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, usai memimpin apel.

Rahmat mengatakan, dirinya akan menjalankan instruksi yang tertuang dalam Surat Menteri PANRB Nomor : B/26/M.SM.00.01/2019 tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idulfitri 1440 H tertanggal 27 Mei 2019.

"Sesuai arahan pada surat tersebut, kami harus ikut aktif melakukan pemantauan terhadap ASN usai Lebaran," katanya.

ASN yang tidak masuk tanpa alasan sah dijatuhi sanksi hukuman disiplin karena melanggar pasal 3 angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri. Sanksi yang dijatuhkan harus dilaporkan pada Menteri PANRB, serta ditembuskan pada Kepala Badan Kepegawaian Negara paling lambat 10 Juli 2019. Selain itu, juga menginput laporan hasil pemantauan pada aplikasi sidina.menpan.go.id pada hari yang sama, paling lambat pukul 15.00 WIB.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi Karto mengatakan, pihaknya akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada para ASN yang mangkir.

"Jadi tidak serta merta menjatuhkan sanksi, yang bersangkutan akan diberi kesempatan dulu menjelaskan alasan keterlambatan atau ketidakhadirannya," katanya.

Sanksi yang dijatuhkan akan disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan. Jenisnya bervariasi mulai dari teguran lisan.

"Jadi tidak akan langsung dipecat atau turun pangkat. Namun apa pun jenis sanksinya, akan kami laporkan ke Menteri PANRB sesuai ketentuan," katanya.***

Bagikan: