Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Langit umumnya cerah, 20.7 ° C

Warung Kasreng Khas Kuningan, Buruan Pemudik Lebaran

Nuryaman
Nasi Kasreng khas Kuningan.*/NURYAMAN/PR
Nasi Kasreng khas Kuningan.*/NURYAMAN/PR

TIDAK hanya kios-kios penjual tape ketan khas Kuningan yang menjadi buruan para pemudik. Warung-warung penyaji nasi kasreng juga menjadi salah satu kuliner yang menjadi sasaran para pemudik.

Warung-warung Kasreng setiap harinya selalu dijubeli para pemburu kuliner, sejak hari kedua (H+1) lebaran Idulfitri 1440 Hijriyah hingga Minggu, 9 Juni 2019.

Sejumlah pedagang nasi kasreng di tepian ruas jalan antara Kecamatan Luragung-Kecamatan Cibingbin wilayah timur Kabupaten Kuningan, menyebutkan pembeli nasi kasreng pada suasana libur lebaran Idulfitri didominasi para perantau Kuningan yang sedang berlebaran di kampung halamannya.

Aat (38) misalnya, warga Dusun Calingcing, Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi, Kuningan yang sudah delapan tahun menggeluti usaha membuka warung nasi kasreng. Ia menyatakan, jumlah pengunjung dan pembeli nasi kasreng dalam beberapa hari terakhir luar biasa jika dibandingkan pada hari-hari biasa.

“Alhamdulillah sejak hari pertama buka kembali sejak mulai Kamis (6 Juni 2019) kemarin sampai sekarang pembeli kasreng di warung saya ini pun setiap harinya selalu ramai seperti begini. Apalagi pada hari kedua lebaran sampai kemarin, luar biasa,” tutur Aat.

Dia mengungkapkan, omset hasil jualan nasi kasreng di warungnya itu pun dalam tiga hari terakhir setiap harinya rata-rata sampai mencapai lebih dari Rp 15 juta. “Hari pertama malah sampai mencapai Rp 19 juta. Untuk ukuran saha saya ini omset sehari sampai sebesar itu terbilang luar biasa,” tuturnya.

Dia menyebutkan, omset harian di luar suasana lebaran paling tinggi rata-rata hanya mencapai Rp 4 hingga Rp 6 juta. Peningkatan pengunjung dan pembeli serta omset yang diperoleh para pedagang salah satu kuliner khas di wilayah timur Kuningan dalam empathari terakhir, juga tergambar dari keramaian pembelinya.

Selama empat hari terakhir warung-warung nasi kasreng di sepanjang jalan tersebut menurut warga sekitarnya, dari pagi hingga sore nyaris tak pernah sepi pembeli.

Sejumlah pembeli kasreng yang ditemui “PR”, Minggu, 9 Juni 2019 umumnya menyatakan, makan nasi kasreng di warung-warung kasreng khas Kuningan terbilang murah meriah. Selain enak dan cukup
banyak pilihan menunya, harganya pun menurut mereka relatif sangat murah.

“Makan nasi kasreng ternyata enak juga. Apalagi goreng ikan beunteurnya itu, saya suka banget. Selain itu harganya murah banget. Kami tadi makan berlima bersama istri dan anak-anak saya di sini hanya habis Rp 78.000,” tutur Sujono (69) dibenarkan istrinya Muryati (53) warga Desa Bandungsari,
Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Sujono dan istrinya mengaku pada libur lebaran kali ini sengaja menyempatkan mengajak keluarganya singgah dan makan di warung kasreng kas Kuningan karena terdorong rasa penasaran
unuk mengetahui menu dan rasanya. “Kami sekeluarga baru pertama kali ini nyoba makan kasreng. Eh, ternyata enak juga Murah lagi,” tutur Muryati.

Tidak hanya para perantau yang sedang mudik lebaran, pengunjung dan pembeli nasi kasreng dalam suasana libur lebaran ini, banyak juga dari kalangan masyarakat yang sehari-harinya berdomisili di Kabupaten Kuningan. Baik dari desa-desa dan kecamatan sekitar maupun dari Kuningan kota.

Asal usul nasi kasreng

Diketahui, nasi kasreng khas Kuningan merupakan menu makan relatif sederhana murah meriah. Sajian menu khasnya konon dan hingga sekarang masih dipertahankan di setiap warung kasreng
hanya terdiri atas nasi dengan menu pelengkap alakadarnya seperti goreng udang rebon, tauge mentah, sambal, lalaban, serta goreng oncom atau tempe berbalut tepung.

Selain itu, nasi kasreng khas Kuningan di warung-warungnya selama ini biasa dijajakan dengan aneka lauk-pauk dan menu pilihan lainnya. Di antaranya goreng dan pepes ikan beunteur, daging ayam, ikan mas dan mujair, goreng burung puyuh, pepes jamur.

Nasi kasreng di Kabupaten Kuningan selama ini dikenal merupakan salah satu kuliner khas Kuningan dari Kecamatan Luragung. Dan, julukan kasreng itu sendiri menurut cerita masyarakat di kecamatan itu berasal dari nama seorang pedagang nasi bungkus bernama Kasri warga Desa Luragung Tonggoh, Kecamatan Luragung, yang biasa mangkal di alun-alun Luragung puluhan tahun silam.

Sebutan kasreng untuk kuliner itu, menurut beberapa nara sumber yang ditemui “PR” mulai muncul menjadi sebutan masyarakat, sekitar tahun 1960-an. Julukan itu berasal dari nama seorang
pedangang nasi bungkus bernama Kasri yang biasa mangkal jualan sambil menggoreng oncom dan tempe sebagai menu pelengkap nasi bungkusnya di alun-alun Luragung.***

Bagikan: