Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.5 ° C

Bima Arya Tak Larang Pendatang Menetap di Kota Bogor

Windiyati Retno Sumardiyani
KEPADATAN lalu lintas terjadi di kawasan pusat Kota Bogor, Minggu, 9 Juni 2019. Ribuan pemudik terpantau kembali ke Bogor.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
KEPADATAN lalu lintas terjadi di kawasan pusat Kota Bogor, Minggu, 9 Juni 2019. Ribuan pemudik terpantau kembali ke Bogor.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).- Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan tidak akan melarang pendatang untuk menetap di Kota Bogor pada momen arus balik Idulfitri. Menurutnya, Kota Bogor merupakan kota yang terbuka untuk umum, bukan hanya warga Kota Bogor.

“Kami tidak mungkin melarang warga luar  untuk datang ke Bogor. Itu hak asasi, Kota Bogor terbuka untuk semua,” ujarnya.

Menurut Bima, Pemerintah Kota Bogor sudah memiliki proyeksi pertumbuhan penduduk ke depan dan sudah diantisipasi melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. “Jadi kita harus siap dengan kedatangan rombongan pulang mudik,”  ucap Bima.

Meskipun tidak melarang, Bima meminta Pemerintah Kota Bogor untuk memastikan pendatang tersebut datang ke Bogor sesuai aturan. Para pendatang tersebut, kata Bima, harus lapor dan memberikan identitasnya kepada aparatur wilayah minimal kepada RT, RW, dan tetangga sekitar.

“Tugas kita memastikan mereka ikut aturan. Kalau usaha ya usaha yang halal, dan jangan melanggar perda. Pendatang juga harus bisa membawa diri, lapor ke aparatur wilayah, dan sosialisasi ke tetangga, jangan sampai tertutup,” katanya.

Sementara itu, ribuan pemudik  berangsur kembali ke Kota Bogor sehari menjelang berakhirnya masa libur Lebaran.  Ribuan penumpang terpantau tiba di Terminal Baranangsiang.

Koordinator Terminal Baranangsiang Andry Andriansyah menuturkan, lonjakan penumpang yang tiba di Terminal Baranangsiang terjadi pada Sabtu, 8 Juni 2019 sebanyak 3.097 penumpang yang diangkut dengan  312 bus  tiba di Terminal Baranangsiang. “Lonjakan penumpang sudah terjadi sejak hari H Lebaran. Ada sekitar 1.326 penumpang yang tiba di terminal,  untuk H+1 mencapai 2.935 penumpang, H+2 1.523 penumpang,” kata Andry di Terminal Baranangsiang, Minggu, 9 Juni 2019.

Andry mengatakan, mayoritas penumpang yang tiba di Terminal Baranangsiang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Pulau Sumatera. Menurut Andry, jumlah penumpang yang tiba  di  Terminal Baranangsiang cenderung  sama jika dibandingkan Lebaran tahun lalu.

“Jumlahnya relatif stabil, tidak terlalu banyak karena mungkin pemudik memilih ikut program mudik gratis. Selain itu banyak yang menggunakan mobil pribadi,” kata Andry.

Selama masa mudik Lebaran, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek juga terus melakukan pengecekan kelaikan kendaraan. Dari data  posko Angkutan Lebaran Terminal Tipe A Baranangsiang, selama masa mudik Lebaran, dari 185 kendaraan yang diperiksa, sebanyak 129 kendaraan dinyatakan tidak laik. 

“Untuk yang tidak laik mayoritas karena lampu, atau ban tidak memenuhi standar, kita tetap perbolehkan jalan tetapi  harus diganti terlebih dahulu,” ucap Andry.

Sementara itu berdasarkan pantauan wartawan Pikiran Rakyat kepadatan arus lalu lintas juga terpantau di pusat Kota Bogor. Kepadatan terjadi di kawasan Sistem Satu Arah Kebun Raya Bogor. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati menuturkan, kepadatan yang terjadi di pusat kota didominasi kendaraan menuju kawasan wisata dan pusat perbelanjaan. Menurut Rakhma, sejauh ini  kepadatan arus lalu lintas di Kota Bogor masih bisa diurai sehingga belum diterapkan rekayasa lalu lintas.

“Kami situasional saja,  kita lihat dulu kepadatannya seperti apa. Sejauh ini memang padat tetapi masih bisa jalan. Kepadatan memang sudah terjadi sejak hari H Lebaran,” ucap Rakhma.

 Agar kepadatan di kawasan wisata berkurang, Dinas Perhubungan Kota Bogor  juga meminta  para wisatawan untuk memarkirkan kendaraan di kantong-kantong parkir seperti mal, dan kantor-kantor di kawasan seputar  tempat wisata. “Sudah ada 200 petugas gabungan yang mengatur lalu lintas, kawasan parkir juga ditertibkan agar tidak menimbulkan kemacetan,” kata Rakhma.***

Bagikan: