Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21.7 ° C

Tentukan Target Melalui Internet, Kelompok Pencuri Gasak 139 Unit Telepon Seluler dan Dua Laptop

Gelar Gandarasa
KAPOLRES Indramayu, Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki (tengah), menunjukkan alat yang digunakan para pelaku dalam membobol konter telepon seluler di Mapolres Indramayu, belum lama ini.*/GELAR GANDARASA/PR
KAPOLRES Indramayu, Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki (tengah), menunjukkan alat yang digunakan para pelaku dalam membobol konter telepon seluler di Mapolres Indramayu, belum lama ini.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Pencuri spesialis toko berhasil dibekuk oleh jajaran petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu. Mereka dikenal ahli dalam menjalankan tindakan kriminalnya karena merencanakan secara matang aksi pencuriannya, termasuk dengan mencari korbannya lebih dulu melalui internet.

Kapolres Indramayu, Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki, menuturkan, salah seorang pelaku yakni berinisial Rny (37) berhasil diamankan polisi. Rny yang diketahui merupakan warga Surabaya itu beraksi bersama kelima rekannya yang kini masih diburu polisi.

Yoris mengatakan, polisi akan memburu pelaku lainnya berdasarkan keterangan dari Rny. Mereka beraksi bukan hanya di wilayah Indramayu saja melainkan daerah hingga provinsi lain.

Terakhir kali, Rny beraksi di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Dalam aksinya itu, mereka sukses menggasak sedikitnya 139 unit telepon seluler dan dua laptop dari sebuah toko. Ditaksir, kerugian yang diderita pemilik konter mencapai Rp200 juta lebih.

“Para pelaku berasal dari daerah seperti Sidoarjo, Surabaya, Malang, dan Gresik,” ungkap Yoris, Sabtu, 8 Juni 2019.

Pengamatan rinci dilakukan sebelum membobol toko

ILUSTRASI kriminal.*/DOK. PR

Sebelum beraksi, kata Yoris, pelaku merencanakan secara matang strategi yang dipakai dalam mencuri. Mereka akan mencari calon korbannya dengan memanfaatkan internet. Para pelaku akan mencari toko telefon genggam yang dinilai cukup besar di suatu daerah.

Setelah menetapkan target, barulah mereka melakukan survey ke lokasi. Tak berhenti di situ, mereka juga melakukan pengintaian untuk mengamati aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh pegawai maupun pemilik konter.

Setelah tergambar rapi, barulah mereka membobol konter dengan menggunakan gunting baja, linggis, dan alat pendukung lain. Aksinya tidak diketahui warga karena sudah direncakan matang sebelumnya. “Mereka mengetahui jam-jam sepi dan ramai konter,” kata Yoris.

Berdasarkan pengakuan Rny, komplotan itu baru beraksi sekali saja. Namun polisi tak akan percaya begitu saja dengan penuturan dari Rny. Sebab melihat cara kerja mereka, Yoris mengatakan prakiraannya bahwa para pelaku telah malang melintang membobol konter di sejumlah wilayah.

“Mereka terbilang profesional,” ujar dia. Polisi masih terus mengejar pelaku lainnya. Operasi patroli rutin juga akan terus digencarakan guna memberi rasa aman kepada masyarakat. Terlebih saat ini masyarakat tengah menjalankan libur hari raya Lebaran.***

Bagikan: