Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Langit umumnya cerah, 22 ° C

Dua Pemuda Lakukan Pemerasan di Jalur Mudik

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI pemerasan menggunakan pisau.*/ANTARA
ILUSTRASI pemerasan menggunakan pisau.*/ANTARA

GARUT, (PR).- Hanya penyesalan yang kini dirasakan Dian Permana (21) dan Rizki Saepul Milah (21). Dua pemuda warga Kecamatan Selaawi dan Malangbong ini kini harus berurusan dengam hukum karena telah melakukan pemerasan terhadap para pengemudi bus yang melintas di jalur mudik selatan Jawa tepatnya di wilayah Malangbong Garut.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna didampingi Kapolsek Malangbong, Iptu Abusono menyebutkan Dian Permana merupakan warga Desa Cigawir,  Kecamatan Selaawi dan Rizki Saepul Milah merupakan warga Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong. Selain kedua orang tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua pucuk senjata tajam jenis celurit dan pisau.

"Ada dua orang yang telah kita amankan pada Kamis 6 Juni 2019 malam. Mereka melakukan pemerasan terhadap para sopir bus yang melintas di jalur mudik selatan Jawa tepatnya di kawasan Malangbong," ujar Budi, Jumat 7 Juni 2019.

Dikatakan Budi, dalam melakukan aksinya kedua pemuda tersebut menghentikan secara paksa setiap bus yang melintas. Setelah bus berhenti, mereka menghampiri sopir dan meminta uang sambil menodongkan senjata tajam berupa celurit dan pisau.

Budi menuturkan, polisi mendapatkan laporan adanya dua pemuda yang melakukan pemerasan dari warga. Setelah menerima laporan, Kapolsek Malangbong dan sejumlah anggota langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara). 

"Petugas yang turun langsung ke lapangan mendapatkan dua orang pemuda yang memang tengah melakukan aksi pemerasan terhadap para sopir bus. Akhirnya keduanya diamankan petugas berikut sejumlah barang bukti termasuk dua pucuk senjata tajam berupa celurit dan pisau," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Kapolsek Malangbong, AKP Abusono menambahkan setelah diamankan keduanya langsung dibawa ke Mapolsek Malangbong. Hingga saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kedua pemuda bertato itu memalak para sopir bus sambil mengancam dengan menggunakan senjata tajam. Perbuatan mereka membuat resah masyarakat terutama para pengguna jalan yang melewati jalur tersebut," ucap Abusono.***
 

Bagikan: