Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 21.9 ° C

Pengguna Jalan Tol Diminta Hindari Puncak Arus Balik 9 Juni 2019

Hilmi Abdul Halim
SEJUMLAH kendaraan dari arah Jakarta antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Selasa, 4 Juni 2019. Pada H-1 arus mudik kendaraan yang melintas di Tol Trans Jawa terpantau lancar.*/ANTARA
SEJUMLAH kendaraan dari arah Jakarta antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Selasa, 4 Juni 2019. Pada H-1 arus mudik kendaraan yang melintas di Tol Trans Jawa terpantau lancar.*/ANTARA

PURWAKARTA, (PR).- Seluruh pemangku kebijakan mulai menyiapkan strategi penanganan arus balik Lebaran 2019. Jasa Marga memperkirakan puncak arus balik kali ini terjadi pada hari ketiga setelah Lebaran (H+3), Minggu, 9 Juni 2019.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani memperkirakan sebanyak 104 ribu kendaraan akan melewati Gerbang Tol Cikampek Utama ke arah Jakarta pada puncak arus balik nanti. “Untuk itu kami mengimbau masyarakat tidak fokus hanya pada satu tanggal tertentu saja," katanya dalam keterangan pers, Selasa, 4 Juni 2019.

Jasa Marga kembali memberikan potongan tarif di luar tanggal perkiraan puncak arus balik tersebut agar pengguna jalan tidak terjadi penumpukan kendaraan dalam satu hari tertentu. Pengguna jalan tol diberi potongan 15 persen pada tanggal 10-12 Juni 2019.

Para pengguna jalan juga diminta lebih mempersiapkan perjalanan sebelum berangkat. Mulai dari mengisi bahan bakar, saldo uang elektronik dalam kartu tol (e-toll) sesuai kebutuhan hingga memeriksa kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi.

Selain persiapan yang dilakukan para pengguna jalan, para pemangku kebijakan terkait juga menyiapkan sarana dan prasarana perjalanan mereka, khususnya di jalan tol. Hasil rapat koordinasi persiapan penanganan arus balik, pemerintah menyiapkan setidaknya enam langkah.

Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Refdi Andri menyebutkan salah satunya rencana pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalan tol. "Waktu pelaksanaan one way tanggal 7-10 Juni 2019 dimulai pukul 12.00-24.00 dari kilometer 414 Kalikangkung sampai kilometer 70 Cikampek Utama," katanya.

Refdi melanjutkan, rekayasa lalu lintas yang dilakukan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek setelah Gerbang Tol Cikampek Utama ialah lawan arus (contraflow). Rekayasa tersebut rencananya akan dilakukan dari kilometer 70-65 sesuai dinamika lalu lintas dengan pertimbangan diskresi kepolisian.

Selain itu, para peserta rapat juga menyepakati agar menambah fasilitas pendukung lalu lintas di jalan tol. Di antaranya memasang rambu-rambu sebelum pintu masuk tempat istirahat (rest area) dan menambah jumlah toilet portabel di sana sebelum pemberlakuan sistem one way nanti.

Refdi meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk menambah mobil Layanan Jalan Tol (mobil patroli) dan menempatkan mobil derek serta menempatkan bengkel Agen Pemegang Merk (APM) di rest area tipe A. "Itu untuk mengantisipasi mobil mogok di jalan tol," katanya.

Para pengguna jalan juga dapat mengakses pusat informasi yang dapat dihubungi (call center) setiap saat. Nomor yang bisa dihubungi itu akan dipasang di bawah rambu-rambu jalan dan di berbagai tempat strategis lainnya.

Terakhir, rapat tersebut juga menghasilkan masukan kepada pengelola jalan tol di Gerbang Tol Palimanan. "GT Palimanan merupakan gerbang tol pembayaran cluster 2 dan tapping cluster 1. Sehingga, perlu adanya penambahan mobile reader dari 28 unit menjadi 38 unit dan EDC (alat pembayaran) dari 2 menjadi 12 unit," kata Refdi.***

Bagikan: