Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

Menjelang Lebaran, Bebersih dan Makan liwet Bareng

Ahmad Rayadie
RATUSAN  santri Dzikir Al Fath Kota Sukabumi tengah menggelar makan liwet bersama. Kegiatan menjelang Lebaran dilakukan sebagai bentuk kebersamaan. */AHMAD RAYADIE/PR
RATUSAN  santri Dzikir Al Fath Kota Sukabumi tengah menggelar makan liwet bersama. Kegiatan menjelang Lebaran dilakukan sebagai bentuk kebersamaan. */AHMAD RAYADIE/PR

MENYAMBUT hari nan fitri pada 1 Syawal, tak hanya dengan mempertebal keimanan melalui berbagai bentuk ibadah, ratusan santri  Pesantren Dzikir Al Fath  Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi melakukan kegiatan yang sarat dengan hubungan kemanusiaan. Senin 3 Juni 2019, mereka menggelar acara menyantap liwet bersama.

Para santri makan bareng, persis  di halaman pesantren , menggelar  tradisi makan ala santri dengan menu lalapan, goreng ikan, kerupuk dan sambel dadakan.

Sementara, nasi liwet yang sudah ditanak dan matang secara bersama dihamparkan di alas daun pisang sepanjang 200 meter. Hamparkan memanjang persis tidak jauh dari ruangan utama.

Setelah berdoa bersama, warga langsung mengonsumsi nasi dengan lahap.

“Kami menyambut buka puasa menjelang Idulfitri  dengan suka cita. Diantaranya dengan kegiatan makan liwet  bersama. Kegiatan murah, meriah, dan bermakna dilakukan warga setiap tahun. Bahkan kegiatan ini sudah tradisi di pondok,” kata salah seorang santri Dzikir Al-Fath, Asep.

Asep mengatakan nasi liwet disantap  usai mengikuti kegiatan  pengajian dan zikir bersama. Mereka menikmati nasi liwet hasil produk santri perempuan

"Makan nasi liwet telah kami lakukan sejak lama.  Aktivitas ini merupakan bentuk kebersamaan yang selama ini tertanam sejak lama. Terutama untuk mengikat persaudaraan antarsantri," kata

Sebelumnya, kata Asep, para santri kerja bakti membersihkan kobong (tempat menginap---red) santri, masjid,dan tempat mengaji.  

"Hanya, sekejap nasi liwet habis di lalap santri. Nikmatnya, sungguh luar biasa," katanya.

Berbeda dengan yang  dilakukan warga di Kampung Babakan Bandung,  Desa  Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Warga menggelar "beberesih lembur, mapag  Lebaran".  Warga sejak pagi membersihkan lingkungan permukiman secara bergotong royong. Mereka tidak hanya membersihkan permukiman, tetapi membersihkan musala.

“Kegiatan ini merupakan aktivitas  turun temurun sebagai  tradisi yang sejak lama kami lakukan. Kami mebersihkan permukiman menjelang Lebaran, " kata warga Wangunreja, Taryawan.

Tradisi beberesih menjelang Lebaran, tidak hanya diikuti orang dewasa tetapi juga anak-anak ikut membantu. Mereka terlibat kerja bakti dan bahu membahu. Mereka  terlihat  antusias membersihkan masjid kebanggaannya.

Sementara itu, belasan anak-anak melakukan kegiatan serupa  dilakukan para orangtua. Aksi beberesih dilakukan anak-anak dengan membersihkan bedug dan kentongan (kohkol---red).

“Kegiatan tidak hanya membersihkan mesjid, tapi , warga membersihkan pekarangan rumah masing-masing. Terutama di sekitar tidak jauh dari lingkungan  mesjid,” katanya.

Selain melakukan serangkaian aksi beberseih kampung dan masjid,  kata Ahmad, warga  Kampung Babakan lainnya  melakukan  tradisi berkumpul dan memanjatkan doa bersama. Usai melaksanakan salat magrib mereka "murak bebekelan".  Nasi bungkus yang disiapkan dari rumah dimakan bersama dengan warga lainnya.

“Dua hari menjelang Lebaran  penuh hikmat, setelah para sepuh dan tokoh masyarakat memanjatkan doa. Kami  tidak hanya membawa makanan untuk dibagi-bagikan kepada warga lainnya. Tetapi mendengar nasihat kyai dan dan sesepuh,” katanya. ***

 

 

Bagikan: