Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

Pemudik Harus Waspada Ada Peningkatan Kecepatan Angin

Tim Pikiran Rakyat

ILUSTRASI peningkatan kecepatan angin.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI peningkatan kecepatan angin.*/DOK. KABAR BANTEN

MAJALENGKA,(PR).- Di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan serta Sumedang terjadi peningkatan kondisi kecepatan angin dalam beberapa hari terakhir dengan kecepatan maksimum mencapai 45 km per jam. Kondisi itu perlu diperhatikan masyarakat, utamanya pemudik yang melintas Sumedang, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

Hal itu  berdasarkan keterangan Prakirawan Stasiun Meteorologi Jatiwangi-Majalengka yang diterbitkan pada 31 Mei 2019 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Majalengka.

Menurut pantauan Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Kabaten Majalengka, kondisi ini disebabkan oleh fenomena regional yaitu adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan di wilayah Utara dan Selatan ekuator. Semakin tinggi selisih tekanan udara antara dua daerah tersebut, maka kecepatan gerak massa udara (angin) juga akan semakin tinggi.

Dari analisis data tekanan udara dan angin gradien BOM 31 Mei 2019 jam 00 UTC, pusat tekanan tinggi di selatan sebesar 1035 hPa (Australia), sedangkan pusat tekanan udara rendah di utara 998 hPa (Siberia), ditambah munculnya gangguan cuaca berupa pola siklonik di wilayah Aceh. Hal ini berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin terutama wilayah selatan ekuator, termasuk wilayah Ciayumajakuning dan Sumedang.

Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Jatiwangi-Majalengka, untuk wilayah Majalengka arah kecepatan angin permukaan umumnya dari arah Tenggara hingga Selatan, dengan kecepatan maksimum mencapai 45 km per jam. Ini berdasarkan Pos Pengamatan Kertajati. 

Peningkatan kecepatan angin ini diprakirakan akan berlangsung hingga Minggu, 2 Juni 2019. Kondisi ini juga katanya berdampak pada kenaikan tinggi gelombang di sekitar perairan Utara Cirebon dan Indramayu dengan ketinggian gelombang maksimum antara 1,0 – 2,0 meter, serta menurunnya kelembapan udara relatif hingga mencapai nilai 50% sehingga menyebabkan udara sekitar terasa kering.

Seperti dilaporkan wartawan Kabar Cirebon, Tati Purnawati, BMKG mengimbau agar masyarakat memperhatikan kondisi tersebut. Masyarakat diimbau untuk waspada. Selalu pantau kondisi cuaca melalui info cuaca BMKG, tetap menjaga kesehatan jika beraktivitas di luar ruangan dengan mencukupi asupan cairan.

Hati-hati saat berkendaraan terutama jika di tepi jalan terdapat pohon rindang. Dan untuk pengguna transportasi laut dan masyarakat yang beraktivitas di perairan, waspada adanya potensi gelombang tinggi di utara Indramayu dan Cirebon.***

Bagikan: