Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Antusias Ikut Mudik Gratis karena Bisa Hemat Ongkos

Riesty Yusnilaningsih
SEBANYAK 25 bus akan mengangkut pemudik ke arah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Mudik itu digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
SEBANYAK 25 bus akan mengangkut pemudik ke arah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Mudik itu digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Sebanyak 1.000 peserta antusias mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Pemudik yang diangkut 25 bus menuju kota-kota di empat provinsi, dilepas dari titik keberangkatan di Revo Town, Sabtu 1Juni 2019.

Turut melepas rombongan pemudik ialah Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang mendampingi Ketua Dewan Pengawas BPJSTK Guntur Witjaksono, Kepala Kantor Wilayah BPJSTK Jabar Kuswahyudi, dan Kepala BPJSTK Cabang Bekasi Kota Mariansah.

Salah satu peserta yang antusias mengikuti program mudik gratis ini ialah Tumini (46). Sejak pukul 4.00 WIB ia telah bergegas memboyong serta suami dan kedua anaknya untuk bertolak menuju lokasi pemberangkatan.

"Daripada terlambat datang karena jalanan macet, lebih baik saya sampai lebih awal meskipun pemberitahuannya bus berangkat pukul 7.00 WIB," kata warga Cibitung itu.

Tumini mengaku ini pengalaman pertamanya mengikuti program mudik gratis. Baik yang diselenggarakan oleh BPJSTK ataupun penyelenggara lain. Pun perusahaan tempat sang suami mencari nafkah, belum pernah menggelar program semacam ini.

"Tahun-tahun sebelumnya menggunakan bus umum yang ongkosnya sekitar Rp 500.000," kata pemudik tujuan Solo tersebut.

Dengan mengikuti program mudik gratis, ia bersyukur bisa menghemat pengeluaran karena tak perlu merogoh kocek untuk ongkos. Ia hanya perlu menyiapkan ongkos untuk pulang nanti dari kampung untuk kembali ke Bekasi.

Langsung daftar

Pemudik lain yang juga sama-sama antusias ialah Arif (36). Pria yang bekerja pada sebuah perusahaan sepatu di kawasan MM 2100 Cibitung itu mengingat informasi seputar program mudik gratis ini disampaikan pihak personalia perusahaannya.

"Saat ditawari ikut mudik gratis, saya langsung daftar, berikut istri dan dua anak," katanya.
Iming-iming gratis menjadi daya pikat utama bagi pemudik tujuan Solo itu meskipun ongkos mudik yang selama ini disiapkannya tidaklah terlampau besar.

"Biasanya naik motor, modal bensin Rp 200.000 sekali jalan. Sekarang ada tawaran yang gratis, ya saya mau saja," katanya.

Ketua Dewan Pengawas BPJSTK Guntur Witjaksono mengatakan, Kota Bekasi merupakan satu dari total tujuh kota di Indonesia yang menggelar program mudik gratis ini dengan total peserta yang diberangkatkan sebanyak 1.000 orang pada 25 bus.

"Enam titik lain ialah Tangerang, Jakarta, Karawang, Purwakarta, Cikarang, dan yang terbaru titik pemberangkatan dari Makasar. Total pemudik yang diberangkatkan mencapai 13.000 orang," katanya.

Untuk titik pemberangkatan di Pulau Jawa, tujuan yang bisa diakses ialah kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Lampung. Adapun pemberangkatan dari Makasar menuju Malili, Mamuju, Toraja, dan Bulu Kumba.

Guntur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan  wujud terima kasih BPJSTK kepada perusahaan yang tertib administrasi dan tertib iuran dalam pembayaran dan pendaftaran pekerjanya pada program BPJSTK.

"Namun selain diselenggarakan sebagai realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BPJSTK, diharapkan juga dapat  meringankan beban para pekerja yang ingin berkumpul bersama keluarga di kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga dan kerabat di kampung halaman," katanya.***

Bagikan: