Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

80 Sopir Bus Lolos Tes Urine di Terminal Induk Kota Bekasi

Riesty Yusnilaningsih
TES urine yang digelar Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota di Terminal Induk Kota Bekasi, Jumat 31 Mei 2019 tida menemukan sopir yang menggunakan narkoba.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
TES urine yang digelar Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota di Terminal Induk Kota Bekasi, Jumat 31 Mei 2019 tida menemukan sopir yang menggunakan narkoba.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Tes urine yang digelar Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota di Terminal Induk Kota Bekasi, Jumat 31 Mei 2019, gagal menjaring sopir yang kedapatan mengonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba) atau alkohol. Dari 80 sopir yang dipilih secara acak untuk mengikuti tes urine, seluruhnya dinyatakan negatif dari kandungan obat-obatan juga alkohol.

"Para sopir dites urine untuk mengetahui kandungan narkoba seperti morfin, ganja, amphetamin, metampetamin, CCCAIN, dan benzodiazepine, serta alkohol dan sebagainya. Namun dari 80 sampel yang terkumpul, semua hasilnya negatif," kata Kepala Satuan Narkoba Polrestro Bekasi Kota Komisaris Sigit Haryono.

Semula, bagi sopir yang ketahuan menggunakan obat terlarang atau alkohol akan diproses sesuai hukum berlaku. Tes urine ini dilakukan untuk mengantisipasi pengemudi yang menyalahgunakan obat. Sebab narkoba dan alkohol sangat membahayakan penggunanya apalagi saat berkendara.
"Sopir yang dipengaruhi obat-obatan sangat membahayakan keselamatan penumpang maupun pengendara lain," katanya.

Pemeriksaan dilakukan secara mendadak tanpa diketahui oleh sopir bus. Sebanyak 80 sopir yang dijadikan sampel, dipilih secara acak oleh petugas.

Polisi yang mengenakan pakaian dinas lalu menyisir ke bus-bus dan mengajak para sopir untuk mengikuti tes urine. Sementara polisi berpakaian preman dikerahkan untuk mengantisipasi bila ada sopir yang kabur atau gelagatnya mencurigakan. Sopir dengan sikap seperti itu terindikasi menggunakan obat terlarang.

"Pemetaan di lapangan tidak ada sopir atau kernet yang mencurigakan atau kabur saat anggota tiba di lapangan," katanya.

Kepala Subbagian Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan tes ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan Polrestro Bekasi Kota demi memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat yang menggunakan angkutan massal.***

Bagikan: