Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Cerah berkabut, 31.2 ° C

Istirahat di Rest Area Tol Cipali Maksimal Satu Jam, Beri Kesempatan bagi Pemudik Lain

Agung Nugroho
TOL Cipali.*/DOK. PR
TOL Cipali.*/DOK. PR

SUMBER, (PR).- Menghindari penumpukan, terutama saat memasuki puncak arus mudik, para pemudik diimbau untuk mengatur waktu saat beristirahat di tempat istirahat. Para pemudik bisa memanfaatkan tempat istirahat secara bergantian dengan pemudik lainnya, sehingga sebaiknya beristirahat maksimal hanya satu jam.

“Gantian dengan pemudik lainnya, sebaiknya istirahat di rest area maksimal satu jam,” tutur General Manager Operation PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Suyitno, Rabu, 29 Mei 2019.

Supaya istirahat lebih efektif, kata dia, pemudik disarankan agar mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di luar ruas tol. Dengan begitu, waktu istirahat di tempat istirahat bisa dimanfaatkan sebaik mungkin tanpa harus terpotong waktunya mengantre di SPBU.

“Kalau sebelum istirahat di rest area BBM masih penuh, waktu istirahat bisa lebih lama karena tidak harus antre di SPBU yang berada di rest area,” tutur Suyitno.

Untuk memperlancar perjalanan, ia mengatakan bahwa otoritas tol Cipali menyarankan pemudik menggunakan satu kartu untuk satu kendaraan. Tentu saja, saldo di dalam kartu itu harus dipastikan mencukupi, sehingga saat tapping kartu untuk keluar masuk tol tidak ada hambatan.

LMS juga memberlakukan diskon atau potongan harga sebesar 15 persen untuk pengguna kartu tol (e-Toll) yang berlaku saat puncak arus mudik mulai 27 Mei 2019 pukul 00.00 WIB sampai 29 Mei 2019 pukul 24.00 WIB. Diskon sama berlaku pula nanti saat arus balik mulai 10 Juni 2019 pukul 00.00 sampai 12 Juni 2019 pukul 24.00.

"Perhatikan keselamatan sebelum mudik, pastikan kendaraan dalam kondisi prima, fokus pada rambu lalu lintas. Bila perlu pasang aplikasi googlemaps atau waze untuk mengetahui posisi. Kami siapkan layanan info tol Cipali di 0260 7600 600, atau follow akun Twitter resmi tol Cipali @lintasmarga,” tuturnya.

PETUGAS membantu transaksi di Gerbang Tol Cikampek Utama perbatasan Kabupaten Purwakarta-Karawang pada hari pertama pengoperasiannya, Kamis 23 Mei 2019 malam. Antrean kendaraan mulai berkurang pada hari kedua.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Unit pengurai kemacetan

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Cirebon, Ajun Komisaris Besar Suhermanto, menuturkan, di sepanjang jalur utama pantai utara (pantura) di Kabupaten Cirebon, telah disiapkan unit pengurai kemacetan. Sebanyak empat puluh petugas kepolisian telah disebar dan disiapkan di sejumlah titik rawan macet.

“Kita sebar empat puluh petugas, mereka bertugas khusus mengurai kemacetan. Penempatan di sejumlah titik rawan macet di sepanjang jalur utama pantura,” tuturnya.

Mulai H-7, unit itu sudah mulai siap di posisi masing-masing yang selama ini ditengarai rawan terjadi kemacetan. Di antaranya Pasar Tegalgubug, sepanjang Jalan Raya Palimanan hingga Kedawung, terutama di sekitar Plered hingga di wilayah timur meliputi Pasar Gebang dan pertigaan Losari di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

“Dari unit ini, ada yang mobile. Mereka berpatroli di jalur-jalur rawan macet. Begitu terjadi penumpukan, atau kemacetan, mereka langsung turun tangan,” tuturnya.***

Bagikan: