Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian cerah, 19.6 ° C

Sering Posting Hoaks di FB, Rudianto Bakal Rayakan Idulfitri di Sel Tahanan

Tim Pikiran Rakyat

KAPOLRES Subang menunjukkan copi postingan yang mengadu domba lembaga keamanan.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA
KAPOLRES Subang menunjukkan copi postingan yang mengadu domba lembaga keamanan.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA

SUBANG, (PR).- Salah seorang warga di Jalancagak, Subang terpaksa harus mendekam di tahanan Mapolres Subang karena selalu memposting berita hoaks dan ujaran kebencian di Facebook (FB).

Pemilik akun Rudianto yang memiliki teman lebih dari 4 ribu ini, kata Kapolres Subang, AKBP H.M.Joni didampingi Kasat reskrim AKP M Ilyas dan Kanit Yupiter, Iptu Andi kepada wartawan, Selasa 28 Mei 2019, jadi tersangka setelah sering memposting ujaran kebencian yang berisi adu domba antara intitusi Kepolisian dengan TNI dan masyarakat. 

Selain itu tersangka juga menyebarkan berita-berita hoaks yang sangat meresahkan masyarakat. "Sebelumnya kita selalu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Namun tersangka ini masih tetap menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian sehingga pihaknya terpaksa menindaknya," ungkapnya. 

Sejak awal dan jauh sebelum adanya pemilu 2019 jajaran Polres terus melakukan sosialisasi bahkan dari berbagai elemen masyarakat pun bermunculan untuk menolak segala bentuk berita hoaks dan berhati-hati dalam bersosial media. 

Namun tim siber yang menelusuri dunia maya ditambah ada nya berbagai laporan terus melakukan pemantauan. Termasuk kepada akun tersangka yang lebih banyak menulis berisi ujaran kebencian. Apalagi salah satu postingannya pelaku mengadu domba dua institusi. 

"Jadi ya kita amankan dan tersangka sendiri mengakui terus terang serta menyesali perbuatannya yang terdorong seringnya membaca informasi  negatif terkait adanya tentara cina dan lainnya, " jelas Kapolres. 

Akibat perbuatannya, tersangka harus merayakan hari raya Idulfitri di balik jeruji besi. Sebab ancaman yang menjerat  UU ITE pasal 45A ayat 2  dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.***

Bagikan: