Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 22.4 ° C

160 Warga Gigit Jari tak Terakomodir Mudik Gratis

Riesty Yusnilaningsih
ILUSTRASI mudik gratis.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI mudik gratis.*/DOK. KABAR BANTEN

BEKASI, (PR).- Sebanyak 160 warga Bekasi yang bermaksud memanfaatkan program mudik gratis terpaksa gigit jari. Mereka tidak terakomodir pada program mudik gratis, baik yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan Jawa Barat, dikarenakan kehabisan kuota.

“Mereka semula masuk daftar tunggu mudik gratis yang dibuka Dishub Jabar. Namun karena saat pendaftaran ulang, mayoritas pendaftar datang untuk mengamankan jatah kursinya, makanya yang 160 ini tidak kebagian,” kata Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek Dishub Kota Bekasi Ikhwanudin Rahmat. Selasa 28 Mei 2019.

Ikhwanudin menjelaskan, pada tahun ini, warga Bekasi memperoleh kesempatan memanfaatkan dua jenis program mudik gratis. Pertama yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan dengan menyediakan 80 unit bus. Kedua ialah program mudik gratis dari Dinas Perhubungan Jabar yang menyediakan 40 unit bus.

Program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan mengharuskan warga mendaftar secara daring lalu datang ke posko mudik gratis yang dibuka di Kantor Dishub Kota Bekasi pada Maret 2019 untuk menukarkannya dengan tiket.

Kemudian program mudik gratis dari Dishub Jabar membuka pendaftaran juga di Dishub Jabar pada Maret 2019. Lalu selama masa pendaftaran dibuka ada sekitar 200 warga yang akhirnya masuk daftar tunggu karena terlambat mendaftar dibandingkan 1.760 warga lainnya.

“Saat itu kami sudah kami sampaikan kepada mereka yang masuk daftar tunggu bahwa kesempatan mendapat kursi ada kalau ada warga yang tidak daftar ulang. Namun jika kebanyakan daftar ulang, maka yang masuk daftar tunggu tidak mendapat kuota,” katanya.

Nyatanya saat daftar ulang dibuka pekan lalu, hanya sekitar 40 orang yang tidak melakukan daftar ulang. Dengan demikian jatah mereka diberikan kepada warga yang ada pada daftar tunggu nomor awal. Sementara 160 lain yang lebih bawah lagi urutannya terpaksa gagal mengikuti mudik gratis ini.

Sebelumnya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sempat menyampaikan rencana menghadirkan armada bus tambahan untuk mengakomodasi warga yang mendapat jatah kursi. Namun hingga saat ini rencana tersebut belum terealisasi.

Demikian pula dengan kabar penambahan 15 unit bus dari Kementerian Perhubungan yang sempat disampaikan Kepala Dishub Kota Bekasi Yayan Yuliana, sama-sama belum ada tanda-tanda realisasinya.

“Sejauh ini belum ada kabar terkait tambahan bus, jadi kepada 160 warga yang gagal mendapat kursi, kami sarankan mencari moda angkutan mudik lainnya,” katanya.

Baik program mudik gratis yang diselenggarakan Kemenhub maupun Dishub Jabar, sama-sama akan diberangkatkan dari Summarecon Bekasi pada Sabtu (1/6/2019). Pemudik yang diangkut 80 bus dari Kemenhub berangkat lebih awal, yakni pukul 10.00 WIB menuju kota-kota di Jabar, Jateng, Jatim, DIY, dan Sumatera. Sementara pukul 15.00 WIB  giliran pemudik yang diangkut 40 bus Dishub Jabar yang diberangkatkan menuju Solo dan Yogyakarta.***

Bagikan: