Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya cerah, 25.8 ° C

DPD Golkar Jawa Barat Bantah Isu Percepatan Munaslub

Tim Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PR).- DPD Golkar Jawa Barat membantah isu percepatan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk penggantian Ketua Umum Airlangga Hartarto dan sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk Freidrich Paulus. 

Isu percepatan Munaslub santer diperbincangkan belakangan ini di DPP Golkar. Bahkan isu yang beredar tersebut sudah ada 25 DPD I Golkar sudah berkonsolidasi menentukan langkah percepatan Munaslub. 

Wakil ketua DPD Golkar Jawa Barat MQ Iswara mengatakan, jika isu itu tidak benar adanya, hingga saat ini partai berlambang pohon beringin masih solid di 27 DPD Kabupaten/kota se-Jawa Barat. 

"Kami masih solid mendukung bapak Airlangga Hartarto, dan tidak pernah ada usulan  percepatan Munaslub untuk menggantikam ketua umum dan sekjen," kata MQ Iswara saat dihubungi, Senin 27 Mei 2019. 

Menurut Iswara, ketua umum Airlangga Hartarto sudah berhasil mengeluarkan Golkar dari keterpurukan, dan membawa Golkar bertahan di posisi kedua secara raihan suara nasional. 

"Di pertengahan pemilu sejumlah survei menunjukkan Golkar terancam terpuruk dan akan turun ke papan tengah karena hasil survei di angka 6 sampai 8 persen, namun hasil membuktikan Golkar masih bertahan di urutan kedua dengan raihan kursi di DPR RI dengan 85 kursi," ujar Iswara kepada wartawan Galamedia, Anthika Asmara.

Dapat 78 kursi

Bahkan, kata Iswara, Golkar juga di pemilu 2019 ini bisa mengungguli Gerindra yang hanya mendapatkan 78 kursi. Dengan demikian, kepemimpinan Airlangga ini bisa mempertahankan dan menyelamatkan Golkar di tengah kondisi yang sempat terbelah dan didera kasus  korupsi ketua umum sebelumnya Setya Novanto. 

"Bahkan bisa menghadapi pemilu serentak Pilpres dan Pileg yang mana tidak ada satupun partai yang berpengalaman untuk mengatasi pemilu seperti ini," ujarnya. 

Iswara menambahkan, khusus kader Golkar di Jawa Barat sudah pasti bisa merasakan bagaimana kempemimpinan Airlangga selama ini. Karena Airlangga mengerti keinginan kader dan juga bisa menyentuh langsung kepada masyarakat. 

"Beliau ini kan sangat komunikatif sekali dengan kader di bawah hingga tingkat kabupaten/kota," ucap dia. 

Dengan demikian, menurut Iswara, apa yang dilakukan oleh Airlangga selama memimpin Golkar sudah maksimal, jadi tidak harus ada Munaslub pergantian ketua umum. 

"Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada bapak Airlangga yang selama ini sudah berjuang untuk partai Golkar," tuturnya. 

Dari informasi yang dihimpun isu percepatan Munaslub muncul dari Eks Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Partai Golkar Azis Samual, yang menganggap kepemimpinan Airlangga tidak berhasil di pemilu 2019 karena menempatkan Golkar di posisi ketiga raihan suara nasional.***

Bagikan: