Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Sistem Proteksi Kebakaran dan Tata Kelola Kebersihan di Rusunawa Menteng Kota Bogor Buruk

Windiyati Retno Sumardiyani
WAKIL Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, melakukan inspeksi mendadak di rumah susun sewa sederhana Kelurahan Menteng, Kota Bogor, Senin, 27 Mei 2019. Dedie mendapati sistem proteksi kebakaran dan tata kelola kebersihan yang buruk.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
WAKIL Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, melakukan inspeksi mendadak di rumah susun sewa sederhana Kelurahan Menteng, Kota Bogor, Senin, 27 Mei 2019. Dedie mendapati sistem proteksi kebakaran dan tata kelola kebersihan yang buruk.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR, (PR).-  Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, melakukan inspeksi mendadak di rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Senin, 27 Mei 2019. Hasilnya, Dedie mendapati bahwa sistem proteksi kebakaran tidak terawat dengan baik dan tata kelola kebersihan juga belum maksimal.

“Kita lihat hydrant di rusun ini sistem pemeliharaanya sangat jelek. Simulasi kebakaran memang ada, tetapi sistem hydrant-nya belum pernah. Padahal ini rusun bertingkat, kita perlu koordinasi agar hydrant bisa difungsikan, jangan sampai kebakaran dulu baru menyesal,” ujar Dedie di rusunawa Menteng.

Dedie mengatakan, ia berharap sistem proteksi kebakaran bisa segera dibenahi. Pasalnya, 90 persen  kamar di rusunawa terisi penuh. ”Pak Kadis nanti harus diingatkan untuk memperbaiki hydrant-hydrant ini. Kalau kebakaran terjadi, kita yang paling bertanggung jawab dunia akhirat,” kata Dedie.

Tak hanya soal proteksi kebakaran, Dedie juga menyoroti kondisi rusunawa yang kumuh dan tidak tertata rapi. Beberapa  kamar bahkan ada yang dalam kondisi rusak.

Dedie pun meminta ada penambahan personel kebersihan di rusunawa. Selain itu, Dedie meminta kepada pihak pengelola untuk menggiatkan kerja bakti kepada penghuni rusunawa.

“Masalah kebersihan, ini satu  blok cuma ada satu petugas kebersihan. Padahal, satu blok ada 80 kamar. Sementara, di rusunawa Menteng ada 320 kamar. Jadi, perlu ada petugas yang bisa menangani kebersihan, masa kita enggak mampu mengelola secara serius,” ucapnya.

Permasalahan di rusunawa Menteng lainnya adalah ada beberapa penghuni yang enggan membayar sewa. Mereka merupakan korban bencana alam yang dipindahkan ke rusunawa.

Sesuai aturan, masing-masing blok pada rusunawa memang  menyediakan 10  unit hunian bagi korban bencana alam. Namun, para korban bencana tersebut sudah kurang lebih 10 tahun tinggal di rusunawa tersebut.

“Ini harus dicari jalan keluarnya. Saya juga melihat ada beberapa unit yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan komersil, supaya UPTD ini menerima manfaat untuk biaya operasional. Pesan saya kepada kepala dinas supaya manajemen tata kelolanya diperbaiki,” ujarnya.

WAKIL Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, melakukan inspeksi mendadak di rumah susun sewa sederhana Kelurahan Menteng, Kota Bogor, Senin, 27 Mei 2019. Dedie mendapati sistem proteksi kebakaran dan tata kelola kebersihan yang buruk.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

Menjanjikan evaluasi menyeluruh

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Deni Susanto, mengatakan, hasil temuan sidak Wakil Wali Kota Bogor akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan tata kelola rusunawa. Permasalahan seperti sistem proteksi kebakaran dan tata kelola kebersihan akan segera dituntaskan.

“Permasalahan itu semuanya betul, nanti kita evaluasi lagi sistem proteksi kebakarannya, termasuk manajemen kebakarannya supaya sistem kebakarannya dibenahi. Sementara untuk kebersihan, kemungkinan kita akan tambah  petugas kebersihan dari jasa outsourcing agar bisa lebih mumpuni,” kata Deni.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Rusunawa, Sujiyanto, pun mengakui sistem proteksi kebakaran hydrant sudah lama rusak. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga tidak menyediakan genset untuk menggunakan sistem proteksi kebakaran hydrant tersebut.

“Kami kecenderungannya menggunakan APAR (alat pemadam kebakaran api ringan). Kami sudah mengajukan anggaran pemeliharaan hydrant di anggaran perubahan.  Kalau pelatihan penggunaan APAR sudah rutin,” katanya.

Menurut Sujiyanto, selain memperbaiki sistem proteksi kebakaran, rusunawa juga belum memiliki papan petunjuk evakuasi. Saat ini, petunjuk evakuasi tersebut masih dalam tahap pengerjaan, sementara lokasi untuk evakuasi penghuni sudah disiapkan.

“Mungkin setelah Lebaran sudah bisa ditempel. Jadi saat terjadi bencana, penghuni sudah tahu harus lari ke mana,” katanya.***

Bagikan: