Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Pemudik Hendaknya Waspadai Dua Tanjakan di Ciamis

Nurhandoko
TANJAKAN Alinayin di wilayah Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, termasuk rawan kecelakaan. Selain banyak tikungan tajam,  medannya juga memiliki kecuraman tinggi dan panjang. Akses jalan tersebut dari Ciamis ke utara menuju Majalengka–jalan tol Cipali.*/ NURHANDOKO WIYOSO/PR
TANJAKAN Alinayin di wilayah Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, termasuk rawan kecelakaan. Selain banyak tikungan tajam, medannya juga memiliki kecuraman tinggi dan panjang. Akses jalan tersebut dari Ciamis ke utara menuju Majalengka–jalan tol Cipali.*/ NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Pemudik yang akan melintasi wilayah tatar galuh Ciamis harus mewaspdai dua tanjakan panjang dengan sudut kemiringan tajam. Kondisi badan jalan mulus, namun demikian  medannya berliku sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Kedua tanjakan dimaksud yakni  tanjakan Cibeka di jalur utama lintas selatan wilayah Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing. Selain berupa tanjakan panjang (dari timur ke barat) juga banyak tikungan tajam.

Demikian pula tanjakan Alinayin di wilayah Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg yang merupakan jalur tengah menuju tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Dari jalur selatan, Ciamis menuju utara Kawali-Cikijing-Majalengka–exit tol Cipali.

Medan jalan yang banyak tikungan tajam menuntut pengendara lebih meningkatkan kewaspadaan. Saat ini di sepanjang ruas jalan tersbeut sudah dipasangi rambu, akan tetapi beberapa titik kondisinya gelap. 

“Kedua tanjalan tersebut selama ini memang dikenal rawan kecelakaan, kondisi geografisnya berkelok dan tanjakan cukup panjang, sehingga pengemudi harus lebih waspada. Terutama bagi pemudik yang baru melintasi jalur tersebut,” tutur Plh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, Endang Sutrisna, usai mengikuti ramp chek (inspeksi keselamatan) angkutan Lebaran, Sabtu 26 Mei 2019.

Dia menambahkan kondisi jalan di dua tanjakan tersebut mulus, namun demikian diakuinya kondisinya masih cukup gelap karena kurangnya lampu penerangan jalan.  Dengan demikian pada malam hari, pemudik yang melintas juga harus ekstra hati-hati.

“Sekitar tanjakan Cibeka sebenarnya ada PJU, akan tetapi banyak yang mati akibat akinya hilang, sehingga suasana relatif gelap. Umumnya saat arus mudik, kendaraan didominasi arah timur dibandingkan yang ke barat,” tambahnya.

Berkenaan dengan pemeriksaan kelaikan kendaraan untuk angkutan Lebaran,  Endang Sutrisna mengungkapkan tim menemukan ada satu bus di salah satu pool bus yang dinilai tidak laik jalan. Hal itu  disebabkan karena bus tersebut habis uji dan baru turun mesin.

“Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi gangguan selama di perjalanan. Kelengkapan dan kelaikan bus juga demi kenyamanan serta keselamatan semua. Setelah semua diolengkapi dan diperbaiki, tentunya boleh jalan,” tutur Endang. 

Sebelumnya Kasat lantas Polres Ciamis Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bima Gunawan juga mengungkapkan daerah rawan kecelakaan di wilayah tatar galuh Ciamis, selain tanjakan yakni medan jalan lurus dan pajang di wilayah Kecamatan Cihaurbeuti.

“Selain tanjakan dan turunan tajam serta tikungan, medan jalan yang lurus dan memanjang juga rawan. Ruas jalan Cihaurbeuti lurus dan panjang, sehingga pengemudi cenderung melaju cepat. Kami minta pengendara lebih waspada,” tutur Bima.***

Bagikan: