Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 19.1 ° C

Pekerja yang Baru Satu Bulan Bekerja Berhak Dapat THR

Ani Nunung Aryani
Uang/ANTARA
Uang/ANTARA

CIREBON, (PR).- Pekerja/buruh yang baru bekerja satu bulan pun berhak mendapatkan tunjangan hari raya (THR). Namun kewajiban itu rupanya belum banyak dipahami sebagian pengusaha. Sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan tidak dipenuhinya kewajiban tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon berencana membuka posko pengaduan THR.

Sebenarnya menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya ketentuan bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus berhak atas THR sudah berlaku sejak tahun 2016 lalu. Ketentuan itu sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 06 Tahun 2016 Tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

"Sebelumnya kan aturan THR hanya diberikan bagi pekerja yang sudah bekerja selama satu tahun," ungkap Agus didampingi Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Cirebon, Maman, Senin, 27 Mei 2019.

Dikatakan Agus, pemberian THR bagi pekerja merupakan kewajiban bagi pengusaha sekaligus tradisi sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan hari raya. Namun katanya, bagi pekerja yang baru bekerja selama satu bulan terus menerus, nilainya bukan sebesar satu bulan gaji, namun besarannya proporsional, dengan perhitungan jumlah bulan masa kerja dikali satu bulan upah dibagi 12.

Karena, menurutnya, besaran THR ditentukan masa kerja. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, berhak menerima THR sebesar satu bulan upah.

Sesuai aturan itu, THR juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (pekerja tetap) atau perjanjian kerja waktu tertentu (pekerja tidak tetap). Untuk pekerja/buruh yang bekerja berdasarjan perjanjian kerja harian lepas, upah satu bulan memiliki perbedaan. 

Untuk pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya. "Sedangkan pekerja/buruh yang baru mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja," tambahnya.

Pemberian THR, katanya, wajib dibayarkan pengusaha paling lambat tujuh hari sebelum hari raya. Dia menekankan, pemberian THR sebenarnya bermanfaat juga untuk menciptakan suasana hubungan kerja yang harmonis dan kondusif di tempat kerja.

Disnaker Kota Cirebon sendiri rutin memonitor realisasi pemberian THR secara acak ke setidaknya  200 perusahaan. Menurut Agus, rata-rata perusahaan memberikan THR bersamaan dengan pemberian upah.

Sejauh ini, katanya, seluruh perusahaan se-Kota Cirebon yang berjumlah 1.400, mulai skala besar hingga kecil, hampir semua mampu memberikan THR. Khusus tahun ini, pihaknya belum menerima aduan dari pekerja yang belum menerima THR.

Namun begitu, pihaknya akan tetap membuka posko pengaduan THR bagi pekerja/buruh pada 1 Juni mendatang. Bila sampai batas maksimal pemberian THR ada pekerja yang belum menerimanya, dia menyarankan untuk mengadukannya ke petugas di posko tersebut.

"Tahun lalu ada pekerja di salah satu perusahaan penyedia jasa tenaga kerja yang mengadu belum terima THR. Kami fasilitasi kedua pihak dan akhirnya THR diberikan. Kasus itu murni cuma karena perusahaan belum paham aturan saja, bukan karena tak mampu," tandasnya.***

Bagikan: