Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Live In Universitas Kristen Maranatha Jadi Media Belajar Toleransi dan Kepedulian Sosial

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH mahasiswa Universitas Kristen Maranatha Bandung lakukan penjualan baju murah serba Rp5.000 untuk masyarakat di Cideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Senin, 27 Mei 2019. Hasil penjualan akan disumbangkan bagi kegiatan sosial di Cideres.*/TATI PURNAWATI/KC
SEJUMLAH mahasiswa Universitas Kristen Maranatha Bandung lakukan penjualan baju murah serba Rp5.000 untuk masyarakat di Cideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Senin, 27 Mei 2019. Hasil penjualan akan disumbangkan bagi kegiatan sosial di Cideres.*/TATI PURNAWATI/KC

MAJALENGKA, (PR).- Pendidikan toleransi dalam perbedaan bisa dilakukan dalam banyak hal. Salah satunya adalah kegiatan sosial yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha Bandung bersama sejumlah dokter yang memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat Gandu, Gandasari, Cipaku, Kecamatan Dawuan dan Kasokandel,  bertempat di Gereja Cideres, Dawuan, Senin, 27 Mei 2019.

Kegiatan pengobatan gratis itu mendapatkan respon dari masyarakat sampai pihak panitia nampak kewalahan menerima pasien yang membludak. Bahkan, pendaftaran pun harus ditutup lebih awal dengan alasan obat yang tersedia terbatas hanya untuk 100 orang. Pihak panitia menyatakan tidak menduga akan banyaknya pasien yang datang karena lokasi kegiatan berdekatan dengan RSU Cideres.

“Pelaksanaan pengobatan gratis mendapat  respon masyarakat yang cukup tinggi. Awal pendaftaran yang diajukan sebelumnya hanya 60 orang warga, namun nyatanya hingga mencapai 100 lebih. Semula pengobatan gratis akan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB, namun karena khawatir tidak bisa dilayani obatnya akhirnya ditutup lebih awal. Kami berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan kembali,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan Pengobatan Gratis, Candra Sinuraya.

Wakil Rektor 1 Universitas Kristen Maranatha, Olga C Pattipawaej, mengatakan, kegiatan yang dilakukannya di Kecamatan Dawuan dan Kasokandel itu digelar dalam rangkaian live in Universitas Kristen Maranatha. Mahasiswa melakukan beragam kegiatan selama enam hari di sana.

Kegiatan tersebut di antaranya penyuluhan kesehatan, cek kesehatan gratis, pelatihan kewirausahaan dan kriya, serta multimedia dan musik. Selain itu, ada juga aktivitas membuat mural di TK Simpay Asih serta kelas inspirasi TK dan SD Bina Iman.

Menurut Olga, kegiatan bakti sosial kesehatan dilakukan oleh lima dokter dan empat orang mahasiswa kedokteran. Ada pula 70 mahasiswa yang menjadi peserta live in yang dibagi tiap bidang masing-masing.

Candra menuturkan, selain pengobatan gratis, mahasiswa dari fakultas lain juga menyelenggarakan kegiatan lain untuk warga. “Kami juga melakukan kegiatan penjualan pakaian murah yang hasilnya akan kami sumbangkan untuk kegiatan sosial,” ungkap Candra kepada Tati Purnawati dari Kabar Cirebon.

Kerukunan/DOK. PR

Menghargai perbedaan agama dan latar belakang sosial

Salah seorang mahasiswa dari Fakultas Sastra Inggris, Astrid Ardalia, mengungkapkan, kegiatan live in yang dilakukan bersama dengan sejumlah temannya cukup menarik. Kegiatan itu pun membuatnya lebih memahami bagaimana saling menghargai perbedaan agama dan latar belakang sosial.

“Kegiatan (live in) ini menarik, bagaimana saya bisa mendapatkan orang tua angkat saat berada di lokasi kegiatan, meski berbeda agama tapi kami saling menghargai perbedaan ini,” ungkap Astrid, salah seorang mahasiswa Universitas Kristen Maranatha yang beragama Islam.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Cipaku, Sabungan Simatupang, menyampaikan ungkapan terimakasih dengan adanya kegiatan tersebut karena cukup membantu masyarakat. Kegiatan itu telah menciptakan keterampilan bagi masyarakat, serta memotivasi warga untuk berkarya dan membangun semangat kewirausahaan.

“Yang pasti puluhan mahasiswa ini berbaur dengan masyarakat di wilayah kami. Mereka tinggal di sejumlah rumah warga yang berbeda agama. Ada mahasiswa Muslim yang tinggal di rumah nonmuslim, demikian juga sebaliknya. Ini mempersatukan kami,” ungkapnya.***

Bagikan: