Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Langit umumnya cerah, 20.7 ° C

Sebagian Tol Cisumdawu Siap Digunakan untuk Arus Mudik Lebaran 2019

Adang Jukardi
JALAN tol Cisumdawu seksi II (Rancakalong-Sumedang) tampak sudah selesai pembangunan fisiknya, beberapa waktu lalu.  Sebagian ruas jalan tol di seksi II sepanjang 5,5 km dari mulai pintu gerbang tol Rancakalong  sampai  terowongan di Cigendel, Kec. Pamulihan. bisa digunakan menjadi jalan alternatif untuk arus mudik  mulai H-7 sampai H+7  Hari Raya Idul Fitri 1440 H.*/ADANG JUKARDI/PR
JALAN tol Cisumdawu seksi II (Rancakalong-Sumedang) tampak sudah selesai pembangunan fisiknya, beberapa waktu lalu. Sebagian ruas jalan tol di seksi II sepanjang 5,5 km dari mulai pintu gerbang tol Rancakalong sampai terowongan di Cigendel, Kec. Pamulihan. bisa digunakan menjadi jalan alternatif untuk arus mudik mulai H-7 sampai H+7 Hari Raya Idul Fitri 1440 H.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Sebagian ruas jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) seksi II (Rancakalong-Sumedang) siap digunakan untuk jalan alternatif arus mudik Lebaran 2019. Ruas jalan yang bisa digunakan sepanjang 5,5 km dari mulai pintu gerbang tol Rancakalong sampai terowongan di daerah Cigendel wilayah Kecamatan Pamulihan itu bisa digunakan mulai H-7 sampai H+7 Lebaran nanti.

“Kondisi ruas jalan tol sudah siap, aman, dan nyaman untuk dilalui kendaraan arus mudik Lebaran nanti. Bahkan Jumat lalu, kesiapannya sudah ditinjau langsung Kepala Dishub Jabar, Jumat, 24 Mei 2019 lalu. Besoknya Sabtu, 25 Mei 2019, ditinjau juga oleh Kapolres bersama kami. Petugas PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) kami pun masih di lapangan untuk memantau kesiapan ruas jalan tol ini dibuka H-7 nanti,” kata  Kepala Satuan Kerja Projek Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu,  Yusrizal Kurniawan, di kantornya, Minggu, 26 Mei 2019. 

Meski sebagian ruas jalan tol itu siap dilalui arus mudik Lebaran 2019, kata dia, tak dipungkiri masih ada beberapa sarana yang belum dipasang. Misalnya, pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan lampu PJU (penerangan jalan umum).  

“Lampu PJU sudah disiapkan, tinggal dipasang pada waktunya. Kalau dipasang sekarang, khawatir ada yang mencuri. Jadi, secara umum kondisi sebagian ruas jalan tol seksi II ini, siap dilalui kendaraan pemudik yang akan melaju ke arah Sumedang.,” ujar Yusrizal. 

Menurut dia, pengoperasian ruas jalan tol tersebut tidak hanya bila arus lalu lintas terjadi kemacetan. Macet ataupun tidak, ruas jalan tol itu bisa digunakan selama 24 jam.

“Jadi, 24 jam kendaraan arus mudik yang mau ke arah Sumedang atau Cirebon bisa menggunakan sebagian jalan tol ini. Cuma untuk jenis kendaraannya hanya untuk kendaraan roda empat saja atau mobil-mobil kecil. Sepeda motor, tidak bisa,” ucapnya.   

Yusrizal mengatakan, pengoperasian sebagian ruas jalan tol di seksi II itu diakuinya tidak berpengaruh besar dalam mengurangi kemacetan di Jalan Jatinangor-Tanjungsari. Pasalnya, ruas jalan tol yang digunakan arus mudik tidak terlalu panjang hanya 5,5 km saja. 

JALAN tol Cisumdawu seksi II (Rancakalong-Sumedang) tampak sudah selesai pembangunan fisiknya, beberapa waktu lalu.  Sebagian ruas jalan tol di seksi II sepanjang 5,5 km dari mulai pintu gerbang tol Rancakalong  sampai  terowongan di Cigendel, Kec. Pamulihan. bisa digunakan menjadi jalan alternatif untuk arus mudik  mulai H-7 sampai H+7  Hari Raya Idul Fitri 1440 H.*/ADANG JUKARDI/PR

Keamanan dan kenyamanan pemudik

Ia mengatakan, guna menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik yang melewati jalan tol, akan ada dua posko pengamanan yaitu di sekitar gerbang tol Rancakalong dan sekitar terowongan di daerah Cigendel, Kec. Pamulihan.

Sementara untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan kendaraan di jalan tol terutama di terowongan, satker sudah berkoordinasi dengan Polres Sumedang. “Ya, mudah-mudahan saja, tidak terjadi kemacetan. Saya meyakini, kendaraan arus mudik di jalur tol maupun di dalam terowongan, akan mengalir lancar,” tuturnya.

Disinggung antisipasi kemacetan apabila banyak pemudik yang berswafoto karena tol dan termasuk terowongannya termasuk “barang baru”, Yusrizal mengatakan bahwa jalur tol itu tidak memiliki tempat pemberhentian. Pemudik pun seharusnya tidak ada yang berhenti di pinggir jalan hanya untuk berswafoto.

“Semua kendaraan yang melintas harus terus melaju. Tidak boleh ada yang berhenti apalagi ber-selfie di jalan tol dan terowongan. Saya mengimbau kepada para pemudik, jangan ber-selfie di pinggir jalan tol atau terowongan Cisumdawu supaya tidak menimbulkan kemacetan,”  tuturnya.***

Bagikan: