Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Revitalisasi Terminal Baranangsiang Segera Dilakukan

Windiyati Retno Sumardiyani
TERMINAL Baranangsiang terpantau lengang, belum lama ini. Badan Pengelola Transportasi Jabotabek berencana merevitalisasi Terminal Baranangsiang karena dianggap sudah tidak layak.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
TERMINAL Baranangsiang terpantau lengang, belum lama ini. Badan Pengelola Transportasi Jabotabek berencana merevitalisasi Terminal Baranangsiang karena dianggap sudah tidak layak.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR, (PR).- Pemerintah Kota Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memastikan akan segera merevitalisasi  Terminal Baranangsiang. Proses revitalisasi dilakukan setelah Pemerintah Kota Bogor menyerahkan aset dan kewenangan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

“Berdasarkan hasil rakor (rapat koordinasi) minggu lalu dengan Kementerian Kemaritiman sebagai Koordinator Kemenhub bersama Kemendagri dan Kejagung, sudah dipastikan terminal tipe A akan dialihkan ke pusat.  Pemerintah Kota Bogor melakukan langkah-langkah sesuai aturan dengan menyerahkan aset dan kewenangan kepada pemerintah pusat,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, di Balai Kota Bogor, Jumat, 24 Mei 2019.

Dedie menyatakan, saat ini Pemkot Bogor tinggal  melakukan proses adendum antara PT PGI selaku pihak yang akan melakukan revitalisasi. Adendum tersebut terkait alih kewenangan dan aset dari Pemkot Bogor yang diiserahkan ke pemerintah pusat. Proses serah terima administrasi antara PT PGI, Pemkot Bogor, dan BPTJ direncanakan akan dilaksanakan pekan ini.

“Jadi dulu kan PT PGI perjanjiannya dengan Pemkot, sekarang karena ada alih wewenang dan aset, perjanjiannya dialihkan dengan pemerintah pusat, intinya untuk menuntaskan pembangunan terminal,” kata Dedie.

Direktur Sarana dan Prasarana BPTJ, Heru Wisnu Wibowo, berharap proses revitalisasi bisa dilakukan sesegera mungkin.  Sebagai  terminal tipe A, kondisi Terminal Baranangsiang memang dinilai sudah tidak layak.

“Kita akan percepat prosesnya. Masalah aset sudah clear, pembagian tugasnya juga sudah jelas, kita sepakati Terminal Baranangsiang tetap difungsikan sebagai terminal untuk naik turun penumpang,” ujar Heru.

Revitalisasi terminal disesuaikan dengan proyek lintas rel terpadu

TERMINAL Baranangsiang, Kota Bogor terpantau lengang, Senin, 8 April 2019. Pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Bogor masih menunggu kepastian hukum kepemilikan aset sebelum melakukan revitalisasi terminal.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

Mengenai proses revitalisasi,  Heru memastikan akan ada pengosongan bangunan sementara untuk persiapan pembangunan Terminal Baranangsiang.  Pembangunan terminal tersebut, kata Heru, akan disesuaikan dengan rencana pemerintah untuk menuntaskan proyek lintas rel terpadu (LRT) dari Cibubur ke Bogor.

“Objek revitalisasinya sebenarnya mengacu pada perjanjian yang lama.  Tetapi ada sedikit penyesuaian dengan rencana LRT, kami akan sesuaikan desainnya. Desain awal kan belum memperhitungkan itu, jadi nanti bagaimana bagusnya, begitu turun dari LRT, penumpang bisa naik bus,” kata  Heru.

Sejauh ini,kondisi Terminal Baranangsiang memang  memprihatinkan. Dari pantauan “PR”, kondisi Terminal Baranangsiang terkesan semrawut.  Tidak ada papan petunjuk terminal dan banyak lubang di jalan dalam terminal. Beberapa bangunan utama terminal juga terlihat rusak.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Rakhmawati, mengatakan, sudah beberapa tahun belakangan, Pemkot Bogor tidak menggelontorkan anggaran untuk Terminal Baranangsiang. Hal tersebut terjadi karena Terminal Baranangsiang seharusnya dialih kelola oleh Kementerian Perhubungan melalui BPTJ.

Namun demikian, ada pendapat lain yang menyebutkan jika Pemkot Bogor tidak bisa menyerahkan aset begitu saja.  Oleh karena itu, Pemkot Bogor sempat  diminta untuk menghentikan serah terima kepada pemerintah pusat oleh Jaksa Agung dan Kementerian Keuangan.

“Sudah sejak lama memang tidak ada anggaran untuk terminal, sekarang statusnya sudah jelas. Mudah-mudahan bisa segera direvitalisasi agar penumpang lebih nyaman,” kata Rakhmawati.

Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi tahun 2018-2029, Terminal Baranangsiang seharusnya masuk dalam tahap revitalisasi fase groundbreaking. Dalam Perpres, pelaksanaan  RIT Jabotabek terbagi menjadi tiga tahap, yakni tahap 1 pada 2018-2019, tahap II, periode 2020-2024, dan tahap III periode 2025-2029.***

Bagikan: