Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 19.1 ° C

Gedung SMPN 1 Leuwigoong Garut Terbakar

Tim Pikiran Rakyat
KOBARAN api menghanguskan sebagian gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Leuwigoong, di Desa/Kecamatan Leuwigoong, Garut, Minggu 26 Mei 2019.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
KOBARAN api menghanguskan sebagian gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Leuwigoong, di Desa/Kecamatan Leuwigoong, Garut, Minggu 26 Mei 2019.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).-  Masyarakat yang tinggal tak jauh dari bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Leuwigoong, di Desa/Kecamatan Leuwigoong, Garut, Minggu 26 Mei 2019 petang dikejutkan dengan terbakarnya sejumlah ruangan di sekolah tersebut. Masyarakat dan aparat pun langsung berupaya memadamkan kobaran api akan tetapi api terus membesar.

Kapolsek Leuwigoong, Iptu Iwan Soleh membenarkan adanya kejadian kebakaran yang melanda bangunan di kompleks SMPN 1 Leuwigoong. Peristiwa itu terjadi sekitar puku 17.30 WIB, di saat warga tengah mempersiapkan buka puasa.

"Kejadiannya sekitar pukul 17.30 WIB, saat orang-orang tengah mempersiapkan untuk buka puasa," ujar Iwan kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Dikatakannya, kejadian ini telah membuat warga kaget dan mereka pun langsung berbondong-bondong untuk membantu memadamkan kobaran api. Namun akibat keterbatasan peralatan yang digunakan ditambah hembusan angin yang cukup kencang saat itu, api sulit dipadamkan dan malah kian membesar.

Iwan menyebutkan, kobaran api baru berhasil dipadamkan setelah ke lokasi datang tiga unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) sekitar pukul 19.40 WIB. Petugas Damkar dengan dibantu aparat keamanan dan warga berupaya keras melokalisir api agar tidak merembet ke ruangan lainnya.

Berdasarkan keterangan saksi atas nama Asep Sunjaya (37) yang merupakan karyawan TU di SMPN 1 Leuwigoong, tutur Iwan, api pertama kali muncul dari plafon atap genting di ruang Bimbingan dan Penyuluhan (BP) sekolah tersebut sekitar pukul 17.30 WIB. Kian lama, kobaran api kian membesar dan terus merembet ke bagian lainnya.

"Menurut keterangan saksi, api muncul karena diduga terjadi konsleting listrik di bagian atap ruangan BP. Percikan api dari kabel diduga mengenai barang yang mudah terbakar hingga akhirnya api terus membesar dan merembet," katanya.

Iwan menyampaikan, akibat dari kejadian tersebut ruangan BP di SMPN 1 Leuwigoong serta barang-barang yang ada di dalamnya seperti dokumen kesiswaan, komputer dan data siswa, hangus terbakar. Namun masih ada sebagian dokumen yang masih sempat terselamatkan.

"Menurut pihak sekolah, kerugian materil yang timbul akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp 60 juta. Pihak sekolah masih bersyukur karena musibah tersebut terjadi pada hari libur dan petang dimana tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut***  

Bagikan: