Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Pekan Ini, Konsumsi Gas di Bekasi Masuki Fase Tertinggi

Tommi Andryandy
ILUSTRASI pangkalan penyedia gas bersubsidi.*/DOK. PR
ILUSTRASI pangkalan penyedia gas bersubsidi.*/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Konsumsi gas LPG di Bekasi memasuki fase tertinggi pada momentum Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Berbeda dengan daerah lainnya, kenaikan kebutuhan gas di Bekasi justru terjadi lebih awal. Lalu menurun jelang lebaran.

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Bekasi mencatat, kenaikan permintaan gas LPG telah mencapai 19.000 tabung per hari. Kenaikan tersebut telah terjadi sebelum memasuki bulan puasa dan kembali naik pekan ini.

“Untuk di Bekasi sebenarnya ini periode tinggi konsumsi. Karena justru kalau seminggu menjelang lebaran pasti turun. Jadi konsumsi tertinggi selama puasa ini itu sejak jelang puasa sama di pertengahan puasa hingga H-5 lebaran. Setelah itu justru turun,” kata Senior Sales Executive LPG III Wilayah Bekasi Deny Hamdani, usai menggelar pembagian 1.000 paket takjil di Taman Sehati Komplek Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jumat 25 Mei 2019. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Hiswana Migas Bekasi dengan Pertamina Wilayah III.

Deny menyatakan, normalnya kebutuhan gas LPG di Kota dan Kabupaten Bekasi mencapai 190.000 tabung per hari. Jumlah tersebut dipasok dari 94 agen yang menjadi anggota Hiswana Bekasi. Namun, sejak menjelang puasa dan mulai pekan ini, jumlah kebutuhan meningkat dengan kenaikan 19.000-20.000 per hari.

Uniknya di Bekasi, peningkatan itu justru berangsur turun tatkala mendekati lebaran. Soalnya, banyak warga yang telah pulang kampung. Kebutuhan kemudian meningkat kembali sepekan setelah lebaran, ketika mereka yang mudik telah kembali.

“Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan itu terjadi bukan menjelang lebaran, tapi lebih awal. Meningkat pada pekan ketiga puasa, lalu H-5 lebaran mulai turun karena banyak yang sudah mudik. Prediksi kami, tahun ini tidak berbeda jauh dengan sebelumnya,” kata dia.

Diungkapkan dia, meski pola makan saat Ramadan berkurang, namun intensitas memasak justru meningkat. Banyak konsumen yang menggunakan LPG lebih dari biasanya untuk memasak menu pendamping untuk berbuka, seperti camilan.

“Belum lagi, kan kalau puasa banyak orang yang berdagang, apalagi untuk takjil berbuka. Otomatis penggunaan gas meningkat, kebutuhannya turut meningkat. Maka setiap momentum bulan puasa sampai jelang lebaran, pasokan selalu ditambah. Meski demikian, kami pastikan pasokan gas tetap tersedia, tidak ada kekurangan,” kata Deny.

 

PARA agen gas memberikan takjil pada pengendara yang melintasi Taman Sehati, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jumat 24 Mei 2019.* TOMMI ANDRYANDY/PR

Spritual marketing

Sementara itu, Hiswana bersama Pertamina Wilayah III menggelar bagi-bagi 1.000 paket takjil pada warga Kabupaten Bekasi. Pembagian takjil ini diikuti sedikitnya 30 agen gas di Kota dan Kabupaten Bekasi. Takjil yang dikemas dalam satu kantung dibagikan pada pada pengendara yang melintas serta warga yang tengah ngabuburit di Taman Sehati.

Deny Hamdani menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari spiritual marketing yang dilakukan pihaknya. “Oleh sebab itu, kami dari PT Pertamina Persero dan Hiswana Migas DPC Bekasi ingin ikut berbagi dalam momen bulan Ramadan. Karena terdapat para pekerja ataupun masyarakat yang melintas dan tidak sempat membeli untuk berbuka puasa,” kata Deny.

Ia menjelaskan, pembagian takjil ini merupakan bagian dari rangkaian Hiswana Migas dengan Pertamina dalam mengisi bulan ramadan. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di wilayah Kota Bekasi yang juga disertai dengan pembagian santuan pada anak yatim.

“Jadi kegiatan kami tidak hanya berbagi takjil, melainkan buka puasa bersama anak yatim serta menyantuninya, dan untuk berbagi takjil ini sudah yang kedua kalinya. Karena kan Kabupaten Bekasi juga bagian dari lingkungan kerja kami, sehingga program prositif ini harus turut digelar di Cikarang, Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Deny berharap, kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya bagi pengendara dan masyarakat yang mendapat takjil gratis, namun juga mendekatkan konsumen dengan agen. “Karena kan warga Kabupaten Bekasi juga konsumen kami, maka kegiatan ini diharapkan bisa mendekatkan kami dengan konsumen kami. Semoga bermanfaat untuk warga masyarakat yang medapatkan takjil,” ujar Deny.***

Bagikan: