Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 19.9 ° C

Kapolres Bantah Ada Warga Garut Meninggal saat Ikut Aksi 22 Mei   

Tim Pikiran Rakyat
KAPOLRES Garut, AKBP Budi Satria Wiguna.*/AGUS SOMANTRI/GALAMEDIA
KAPOLRES Garut, AKBP Budi Satria Wiguna.*/AGUS SOMANTRI/GALAMEDIA

GARUT, (PR).- Kepolisian Resor (Polres) Garut membantah adanya warga Garut yang dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta seperti yang beredar dalam beberapa hari terakhir ini di kalangan masyarakat.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan terkait informasi yang beredar tersebut. Menurutnya, sejumlah orang yang disebut meninggal karena aksi kerusuhan yang terjadi di Kantor Bawaslu itu hanya mengalami luka-luka.

"Sudah dicek, tidak ada (yang meninggal). Saya yakinkan jika informasi itu tidak benar," ujarnya, Jumat 24 Mei 2019.

Budi pun berharap, masyarakat tak asal menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya tersebut. Menurutnya, semua kalangan di Garut, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya sudah sepakat untuk menjaga kondusivitas.

"Kami harap kejadian di Jakarta tak melebar kemana-mana. Para tokoh agama, tokoh masyarakat, parpol, dan pemerintah juga sudah sepakat untuk jaga kondusivitas," ucapnya kepada wartawan Galamedia, Agus Somantri. 

Menurut Budi, pasca-aksi 22 Mei di Jakarta, situasi di Garut masih aman dan kondusif. Pihaknya pun akan terus menjaga kondusivitas yang sudah berjalan baik ini agar masyarakat nyaman beraktivitas.   

"Jangan mau dipecah belah, apalagi terprovokasi yang bisa berdampak ke masyarakat. Semua pihak juga mendukung apa yang jadi ketentuan," katanya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, KH. Sirodjul Munir, menyatakan pihaknya merasa yakin dan percaya jika masyarakat Garut tidak akan mudah terprovokasi. Bahkan ia pun mengaku sangat bangga dengan masyarakat Garut yang sejauh ini mampu menjaga kondusivitas daerahnya.  

Menurut Munir, pihaknya sudah meminta kepada semua pihak untuk saling islah pascapemilu, terutama para pendukung capres cawapres 01 dan 02. Jangan sampai terjadi hal negatif karena beda pilihan.

"Apalalagi di Bulan Suci Ramadan ini, tali silaturahmi harus tetap terjalin.  Jangan sampai ciderai puasa karena pemilu. Bulan ini ditunggu betul, harus disucikan dari hal negatif," katanya.***

Bagikan: