Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Kantor Samsat Tutup, Telat Bayar Pajak tidak Didenda

Tim Pikiran Rakyat
KEPALA P3D Wilayah Subang, Ade Sukalsah, S.STP.,M.AP memberikan surat pemberitahuan kepada Kepala Bapenda Kab.Subang terkait program Zonita Pamor.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA
KEPALA P3D Wilayah Subang, Ade Sukalsah, S.STP.,M.AP memberikan surat pemberitahuan kepada Kepala Bapenda Kab.Subang terkait program Zonita Pamor.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA

SUBANG, (PR).- Bagi hasil pajak daerah yang diterima Kabupaten Subang masih berkisar Rp 200 miliar. Jumlah ini dinilai kecil bila dibandingkan dengan potensi pendapatan yang dimiliki cukup besar, salah satu contoh dari pajak kendaraan bermotor karena 30%-nya masuk ke Subang.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Subang, Ade Sukalsah, S.STP.,M.AP yang ditemui Jumat24 Mei 2019 membenarkan kalau pihaknya terus berusaha meningkatkan pendapatan terutama dari pajak kendaraan bermotor. “Potensinya masih cukup besar dan tinggal dinas terkait didorong dengan kebijakan Bupati-nya sendiri,“ katanya.

Langkah yang dilakukan menggulirkan Zona Integritas Taat Pajak Kendaraan Bermotor (Zonita Pamor) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan disambut oleh Bupati Subang, H.Ruhimat dengan mewajibkan aparaturnya menjadi suri tauladan bayar pajak. 

“Ternyata dari 6 SKPD yang dijadikan contoh program ini sudah lumayan, apalagi nanti diperluas penerapannya,“ jelas Ade Sukalsah seraya menambahkan, tentunya harus ada MoU khusus pimpinan dengan Bupati.

Selain itu, ada potensi lain yang terlihat setiap hari untuk segera ditertibkan bersama dengan banyaknya kendaraan besar seperti truk angkutan barang berleter luar Subang. “Hampir setiap hari pulang pergi Subang-Bandung dan terlihat kendaraan truk pengangkut barang. Kendaraan itu mangkal dan beroperasi di Subang tetapi berleter luar sehingga perlu ditarik agar dibalik-namakan,“ ujarnya kepada wartawan Galamedia, Dally Kardilan.

Apalagi potensi Subang yang kini sedang berkembang dan bergerak kearah pembangunan indutri dan inprastruktur diperlukan penggalian potensinya, terutama dengan adanya angkutan kendaraan barang berukuran besar. “Kalau akibat lalu-lalangnya angkutan besar kerap merusak jalan, sehingga diperlukan dicarikan jalan keluarnya agar dapat ikut menyumbang dalam pembangunan daerah, “pungkasnya.

Ade Sukalsah pun mengingatkan kalau kantor Sistem Manunggal Satu Atap (Samsat) akan tutup menjelang dan sesudah Lebaran nanti mulai tanggal 30 Mei – 1 Juni 2019 dan Libur Idulfitri 2 Juni – 9 Juni 2019. Namun demikian masyarakat masih dapat menggunakan layanan e-Samsat. Kendaraan yang habis masa berlaku tanggal 30 Mei, dapat memperpanjang pada tanggal 31 Mei 2019 tanpa denda. Termasuk yang habis 1 Juni sampai dengan 9 Juni dapat memperpanjang pada tanggal 10 Juni 2019 tanpa denda.***

Bagikan: