Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Pengendara tak Tahu Kenaikan Tarif, Kemacetan Terjadi di Gerbang Tol

Hilmi Abdul Halim
ANTREAN kendaraan terjadi di gerbang tol Kalihurip Utama perbatasan Kabupaten Purwakarta-Karawang pada hari pertama pengoperasian gerbang tol tersebut, Kamis 23 Mei 2019. Kemacetan diduga akibat banyak pengemudi yang tidak mengetahui kenaikan tarif di sana.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
ANTREAN kendaraan terjadi di gerbang tol Kalihurip Utama perbatasan Kabupaten Purwakarta-Karawang pada hari pertama pengoperasian gerbang tol tersebut, Kamis 23 Mei 2019. Kemacetan diduga akibat banyak pengemudi yang tidak mengetahui kenaikan tarif di sana.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Kemacetan kendaraan terjadi di Gerbang Tol Kalihurip Utama perbatasan Kabupaten Purwakarta-Karawang pada hari pertama pengoperasiannya, Kamis 23 Mei 2019. Penyebabnya diduga karena banyak pengendara  tidak mengetahui kenaikan tarif yang baru diberlakukan di sana.

Sejumlah penumpang angkutan umum mengeluhkan kemacetan tersebut tidak jauh berbeda sebelum gerbang tol Cikarang Utama dipindahkan ke gerbang tol yang baru. "(Kemacetan) parah tadi jam 7.00, macetnya sampai 30-40 menitan (di Gerbang Tol Kalihurip Utama)," kata seorang penumpang, Yudi (35).

Keluhan yang sama diungkapkan para pengemudi kendaraan golongan 1 dan 2. Mereka mengaku baru mengetahui tarif dari gerbang tol Karawang Timur mencapai Rp15.000 hingga Rp22.500. Padahal, mereka biasanya hanya membayar Rp4.000 saja.

"Sudah mahal, macet lagi. Supir-supir pada mengeluh. Jalan alternatif pantura pasti ramai lagi gara-gara tarif tol naik. Pak Jokowi tolong dengarkan kami, saya cuma rakyat kecil," kata salah seorang supir yang tidak menyebutkan namanya.

Bagian Hubungan Masyarakat Jasa Marga Purwakarta-Bandung-Cileunyi, Nandang Elan menemukan banyak pengendara yang tidak menyiapkan uang elektroniknya (e-toll). "Beberapa penyebab (kemacetan). Salah satunya, transaksi yang tersendat karena banyak (e-toll) saldonya kurang," katanya.

Akibatnya, waktu transaksi di gardu tol lebih lama dari yang seharusnya memakan waktu minimal delapan detik per kendaraan. Padahal, Nandang merasa sudah cukup maksimal menyosialisasikan tarif yang baru seiring pemindahan gardu Cikarang Utama ke perbatasan Purwakarta-Karawang.

Sediakan top up

Pihak Jasa Marga juga telah menyiapkan tempat pengisian uang elektronik di gerbang tol yang baru. "Di gardu disediakan tempat untuk top-up. Hanya pada saat top-up kan ada interaksi dulu dengan pengguna jalan. Jadi lebh lama," kata Nandang menegaskan.

Pantauan PR Online di lokasi pada pukul 14.30, kemacetan kendaraan terjadi hingga beberapa kilometer di kedua jalur arah Jakarta-Bandung dan sebaliknya. Kemacetan juga terjadi di luar ruas jalan tol salah satunya sebelum dan setelah gerbang Kalihurip 1.

Jasa Marga sebenarnya telah mengoperasikan seluruh gardu inti di Gerbang Tol Kalihurip Utama sejak hari pertama. Jumlahnya mencapai total 14 gardu yang terdiri dari masing-masing tujuh gardu di kedua jalur.

Meski telah beroperasi penuh, pekerjaan masih berlangsung di gerbang tol tersebut. Para pekerjaan masih menyelesaikan pembangunan gardu satelit di pinggir jalan tol. Rencananya, Jasa Marga akan menambah gardu di sana hingga 44 unit secara keseluruhan.

Pengoperasian Gerbang Tol Kalihurip Utama dan Cikampek Utama sebagai pengalihan gerbang tol yang sebelumnya ada di Cikarang Utama. "Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik. Terutama untuk menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2019," ujar Nandang.

Sementara itu, antrean juga terjadi di gerbang tol Cikampek Utama setelah dibuka bersamaan dengan Tol Kalihurip Utama pukul 00.00, Kamis. Namun, antrean di Gerbang Tol Cikampek Utama lebih pendek karena jumlah kendaraan yang menuju Cirebon lebih sedikit dibandingkan ke arah Bandung.***


 

Bagikan: