Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Gerindra Kota Tasikmalaya Gelar Pertemuan Terkait Ambulans Miliknya yang Ditemukan Berisi Batu dan Diduga Digunakan Pengunjuk Rasa

Bambang Arifianto
MASSA melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.*/ANTARA FOTO
MASSA melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.*/ANTARA FOTO

TASIKMALAYA, (PR).- Dalam aksi demonstrasi di Jakarta, Rabu, 23 Mei 2019, polisi mengamankan sebuah ambulans milik partai politik asal Kota Tasikmalaya. Ambulans tersebut menyita perhatian karena diisi batu-batu yang diduga diberikan kepada pengunjuk rasa.

Nama Gerindra Kota Tasikmalaya pun menyeruak sebagai pemilik ambulans tersebut. DPC Gerindra Kota Tasikmalaya segera gelar rapat untuk membahas persoalan itu.

Wartawan Pikiran Rakyat meminta konfirmasi langsung berita dan informasi yang beredar tersebut ke Kantor DPC Gerindra Kota Tasikmalaya di  Perum Mitra Batik Kawalu, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Rabu sore. Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya Andi Warsandi menyatakan tengah menggelar rapat membahas persoalan itu. "‎Kita terus mencari informasi yang akurat berkaitan dengan kejadian yang terjadi pada pagi hari ini, untuk mendapat kepastian kita sedang berkomunikasi ke DPD dan DPP," ujarnya. 

Andi mengakui DPC Kota Tasikmalaya memang mengirimkan ambulans ke Jakarta. "Jadi memang ini instruksi dari DPD untuk mengirimkan ambulans, sesuai dengan permintaan DPD untuk antisipasi kan kalau ada demo gitu takut ada yang kecapekan atau apa gitu kan ya," ucapnya.

Instruksi itu berlaku bagi seluruh DPC Gerindra di Jawa Barat.  Ambulans itu membawa tiga orang sebagai penanggung jawab yakni sopir dan pengurus DPC‎."Jadi bukan Satgas juga yang mengawalnya, bukan juga laskar Gerindra atau underbow yang lain, pengurus justru pengurus, salah satu pengurus harian. Ambulans yang dikirim hanya satu unit sesuai yang memang dimiliki DPC Kota Tasikmalaya. Hingga kini, ketiga orang penanggung jawab ambulans sulit dihubungi. Kami sudah meminta bantua DPP," tuturnya. 

Menurut Andi, kabar ambulans partai diamankan membuat pengurus kaget.‎ "Maka dari itu kita ingin tahu, (ambulans) pernah berhenti di mana atau bagaimana sehingga terjadi seperti itu," ujarnya.

Ia memastikan, DPC tak mengirimkan massa dalam unjuk rasa tersebut selain hanya menyediakan ambulans.***

Bagikan: