Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Dua Hari Menjabat, Plt Bupati Cirebon Salah Mengenakan Seragam

Agung Nugroho
Logo Kabupaten Cirebon/DOK. PR
Logo Kabupaten Cirebon/DOK. PR

SUMBER, (PR).- H. Imron Rosyadi, Pelaksana tugas (Plt) Bupati yang baru dua hari menjabat di Kabupaten Cirebon, melakukan kekeliruan terbuka dalam mengenakan pakaian dinas. Pada saat memimpin upacara kesiagaan pengamanan hasil pemilihan umum ang digelar, Selasa 21 Mei 2019, mengenakan pakaian seragam pertahanan sipil (hansip) yang bawahnya tidak dimasukan ke dalam celana.

Kekeliruan terbuka itu berlangsung di Stadion Ranggajati, ketika apel yang diikuti oleh ratusan aparat keamanan gabungan. Seharusnya, sesuai jadwal, hari Senin dan Selasa memakai pakaian dinas harian (PDH) cokelat khaki.

Namun Imron malah mengenakan seragam pakaian hansip warna hijau daun pisang. Sudah salah seragam, cara memakainya juga keliru, ujung bawah pakaian hansip harusnya dimasukan ke dalam celana, bukan malah dibiarkan menjuntai ke bawah.

Karena salah seragam, terjadi pemandangan yang berbeda. Ketika Aparat Sipil Negara (ASN) yang hadir pada apel itu memakai PDH khaki, hanyya Plt Bupati Imron yang berbeda sendiri karena mengenakan seragam hansip.

Plt Bupati Imron sendiri tampaknya tidak menyadari kekeliruan itu. Padahal, apel dihadiri oleh ratusan orang petugas keamanan gabungan termasuk unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida).

Mengenai aturan berseragam bagi ASN di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, sebenarnya sudah ada Peraturan Bupati Nomor 15 tahun 2013. Berdasar Perpub itu, Senin-Selasa memakai PDH cokelat khaki, kemudian Rabu kemeja putih dengan celana hitam, sedangkan PDH Hansip dipakai untuk hari Kamis minggu pertama dan ketiga, untuk minggu kedua dan keempat memakai batik khas Cirebon.

Untuk hari Jumát, ASN diwajibkan mengenakan dua pakaian. Pertama untuk pagi hari, karena jadwal olah raga maka diwajibkan memakai kaos olah raga, kemudian pada siang harinya dilanjut dengan  batik khas Cirebon yang desainnya disesuaikan.

Kurang koordinasi

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol setempat, Iwan Hardiawan saat dikonfirmasi tidak tahu persis mengenai kekeliruan seragam yang dipakai Plt Bupati Imron. Dia baru tahu setelah diberitahu oleh wartawan dan mengaku terkejut.

“Saya malah tahu dari teman-teman,” tuturnya seraya melihat foto-foto ketika Plt Bupati Imron memeriksa pasukan didampingi kepala kepolisian resort (kapolres) dan komandan distrik militer (dandim) setempat saat apel di Stadion Ranggajati.

Iwan mengaku kekeliruan ini akibat kurangnya koordinasi antara tim ajudan dengan bagian protokol. Dia berjanji akan mempertemukan tim ajudan agar menyesuaikan dengan aturan baku di bagian protokol yang sudah berlangsung selama ini.

“Ini kurang koordinasi saja. Saya akan kumpulkan ajudan agar menyesuaikan dengan peraturan baku yang sudah berlaku di bagian protokol. Mudah-mudahan, dengan koordinasi, tidak lagi terjadi kekeliruan ang meski kelihatan sepele, namun perlu perhatian serius,” tutur Iwan.***

Bagikan: