Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Langit umumnya cerah, 22 ° C

Tiga UKM di Indramayu Raih Penghargaan Lingkungan

Gelar Gandarasa
ILUSTRASI ipal.*/DOK PR
ILUSTRASI ipal.*/DOK PR

INDRAMAYU, (PR).- Tiga usaha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Indramayu raih penghargaan sebagai usaha ramah lingkungan. Penghargaan itu diharapkan bisa memacu UKM lain untuk memberikan kontribusi serupa.

Penyerahan penghargaan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-111. Penyerahan pengharagaan langsung dilakukan oleh Bupati Indramayu di Alun-Alun Indramayu, Senin, 20 Mei 2019. Fokus penilaian dimulai dari pengelolaan air limbah UKM tersebut. Instalasi  pengelolaan air limbah (IPAL) harus sesuai dengan aturan dari pemerintah.

Setelah melalui serangkaian proses panjang, ditetapkan tiga UKM yang mendapatkan penghargaan. Total sedikitnya ada tujuh UKM yang mengikuti kompetisi tersebut. Ketiga UKM itu antara lain PD Sri Tanjung, PD Kepala Gading, dan PD Indrasari.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Suhartati, mengatakan, UKM tersebut ada di sentra pembuatan kerupuk di wilayah Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Indikator dalam penilaian di antaranya yakni kebersihan, kondisi aliran air, dan pemeliharan IPAL.

Dia menyadari masih sangat sedikit sekali jumlah UKM yang memiliki IPAL. Dinas Lingkungan Hidup Indramayu pun berupaya menambah jumlah UKM yang dilengkapi IPAL.

“Kami terus dorong agar UKM bisa memiliki IPAL pada usahanya,” katanya, Jika seluruh UKM sudah memiliki IPAL tentunya akan sangat berkontribusi positif terhadap kesehatan lingkungan yaitu mencegah pencemaran.

Logo Kabupaten Indramayu/DOK. PR

Penghargaan merupakan bentuk apresiasi

Bupati Indramayu, Supendi, mengatakan, penghargaan tersebut merupakan buah dari pemerintah daerah kepada para pelaku UKM. Dengan adanya penghargaan itu, maka diharapkan para pengusaha bisa lebih memperhatikan lagi terhadap kondisi lingkungan usahanya masing-masing. Dengan begitu, tingkat kebersihan di wilayahnya akan terus terjaga terhindar dari pencemaran.

Supendi menyatakan, bukan hanya UKM saja yang mesti tunduk terhadap aturan dari pemerintah daerah. Perusahaan-perusahaan berskala besar pun harus tetap menjaga tingkat pencemaran dan kelestarian alam.

“Dalam menjalankan usahanya harus memperhatikan aspek dampak lingkungan di sekitarnya,” tuturnya. Setiap tahunnya, acara penghargaan akan rutin dilakukan guna menstimulasi para pengusaha lain untuk bergerak lebih maju lagi dalam hal pelestarian lingkungan.***

Bagikan: