Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Ulama dan Cendekiawan Muslim di Majalengka Tolak Provokasi People Power

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, ulama, beserta Kepala Kementrian Agama Kabupaten Majalengka, Yayat Hidayat, berfoto bersama usai  acara deklarasi Indonesia damai dan menolak provokasi people power di Majalengka, Senin, 20 Mei 2019.*/TATI PURNAWATI/KC
SEJUMLAH tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, ulama, beserta Kepala Kementrian Agama Kabupaten Majalengka, Yayat Hidayat, berfoto bersama usai acara deklarasi Indonesia damai dan menolak provokasi people power di Majalengka, Senin, 20 Mei 2019.*/TATI PURNAWATI/KC

MAJALENGKA, (PR).- Sejumlah pemuka agama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Majalengka lakukan deklarasikan penolakan people power, di Majalengka, Senin, 20 Mei 2019. Deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman, dan Ketua FKUB Kabupaten Majalengka, KH. Asep Sahidin, yang diikuti oleh para pimpinan pondok pesantren, ulama, serta cendekiawan muslim se-Kabupaten Majalengka.

Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman, mengatakan, saat ini bangsa Indonesia baru saja melaksanakan hajat besar Pemilihan Umum 2019. Kegiatan tersebut telah menimbulkan banyak riak-riak yang membuat situasi kurang kondusif.

Oleh karenanya, kata dia, tokoh agama harus bisa menangkal berita hoaks atau isu provokatif yang muaranya ingin mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. "Oleh karena itu, mari kita menguatkan kembali ukhuwah, persatuan dan kesatuan dengan mengedepankan uswatun hasanah atau keteladanan yang baik  bagi semua pihak dan semua stakeholder, terutama para elite," ungakap Anwar, seperti dilaporkan Tati Purnawati dari Kabar Cirebon.

Menurut dia, dalam kehidupan berdemokrasi, perbedaan pilihan adalah suatu keniscanyaan dan merupakan hal yang biasa. Oleh karena itu, kata dia, setelah pemilu selesai dilaksanakan, seyogyanya kita semua kembali menghimpun energi bersama untuk membangun bangsa dan negara.

"Kami berpesan kepada seluruh warga masyarakat, apa pun hasil keputusan yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nanti, siapa pun yang menjadi presiden/wakil presiden, itu adalah pilihan rakyat dan patut kita dukung untuk Indonesia damai dan demi kemaslahatan umat," ucap Anwar.

SEJUMLAH tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, dan para ulama, mendengarkan penjelasan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Majalengka, Yayat Hidayat, pada  acara deklarasi Indonesia damai dan menolak provokasi people power di Majalengka, Senin, 20 Mei 2019.*/TATI PURNAWATI/KC

Umat Muslim menolak provokasi dan mendukung persatuan pascapemilu

Hal senada disampaikan Ketua FKUB Kabupaten Majalengka, Asep Sahidin. Ia mengatakan, deklarasi yang dilakukan cendekiawan muslim di Majalengka itu menolak provokasi people power pascapengumuman yang dilakukan oleh KPU terkait Pilpres dan Pileg. Pengumuman itu akan disampaiaan pada 22 Mei 2019.

"Hari ini, kita juga sekaligus melakukan doa bersama untuk menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi menjelang pengumuman Pilpres dan Pileg dari KPU pusat, yang dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan sosial di masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, beberapa pimpinan pesantren tersebut juga mengharapkan masyarakat di Kabupaten Majalengka dapat menjaga persatuan dan tidak terpancing berita yang belum tentu kebenararanya termasuk berita hoaks. "Kami mendukung untuk mencegah provokasi yang mengajak untuk melakukan people power, karena bagi kami NKRI adalah harga mati," ucapnya dengan tegas.***

Bagikan: