Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Penjualan Produk dengan Kemasan Rusak Masih Ditemukan di Toko Ritel Modern di Purwakarta

Hilmi Abdul Halim
SATUAN Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purwakarta melakukan pemeriksaan ke beberapa toko ritel modern, Senin, 20 Mei 2019. Ada beberapa produk yang ditemukan kemasannya rusak dan produk membusuk, namun tidak ada barang kadaluarsa.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
SATUAN Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purwakarta melakukan pemeriksaan ke beberapa toko ritel modern, Senin, 20 Mei 2019. Ada beberapa produk yang ditemukan kemasannya rusak dan produk membusuk, namun tidak ada barang kadaluarsa.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Toko ritel modern di Kabupaten Purwakarta masih memajang barang-barang yang sudah tidak layak jual karena kemasannya rusak atau produknya membusuk. Namun, tidak ada barang kadaluarsa yang ditemukan dalam pemeriksaan Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Purwakarta itu.

"Menjelang lebaran ini memang banyak barang promo-promo yang mengiurkan, tapi kita tetap harus waspada," kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta, Karliati Djuanda, seusai pemeriksaan ke toko-toko ritel, Senin, 20 Mei 2019.

Ia mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan pengusaha ketika memanfaatkan momentum Ramadan dan menjelang Lebaran. Selain mengecek harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok, petugas juga ingin memastikan barang-barang yang dijual memenuhi syarat keamanan untuk dikonsumsi.

Salah satu kriteria barang yang bisa dikonsumsi, menurut Karliati, adalah tidak basi atau kadaluarsa. Selain itu, kemasannya juga tidak rusak sehingga kualitas barang di dalamnya masih terjamin sesuai standar yang berlakunya.

Temuan masih berupa pelanggaran ringan

Logo Kabupaten Purwakarta/DOK. PR

Dari hasil pemeriksaan di beberapa toko ritel modern, petugas menemukan sejumlah produk makanan dan minuman yang kemasannya rusak. Mereka juga menemukan buah yang mulai membusuk masih dipajang di dalam toko tersebut.

Karliati mengatakan, kondisi tersebut tidak disadari para pengelola toko. "Kita lihat ini jelas bukan unsur dari kesengajaan pemilik juga. Bisa jadi ada pelanggan yang membeli produknya terjatuh sehingga menyebabkan kerusakan. Kita sinyalir dari 100 hanya 1-2 produk saja yang rusak,” katanya.

Pengusaha yang melanggar itu kemudian diberikan teguran tertulis oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang ikut dalam tim pemeriksaan tersebut. Langkah tersebut diharapkan dapat menyadarkan para pengusaha untuk lebih menyeleksi barang yang akan dijual kepada masyarakat.

"Dari empat swalayan (yang didatangi) tidak ada pelanggaran yang berat hanya kemasan yang rusak. Tidak ada produk kadaluarsa yang di jual," ujar Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Purwakarta, Dedeh.

Sementara itu, petugas juga mengambil sampel barang untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan tersebut untuk mengetahui kandungan berbahaya yang bisa saja terdapat pada makanan atau minuman seperti pada produk ikan dan daging.***

Bagikan: