Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

Gerbang Tol Cikampek Utama Dioperasikan Bertahap

Hilmi Abdul Halim
FOTO udara pembangunan Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek, Jawa Barat, Kamis, 16 Mei 2019. Gerbang tol tersebut dibangun untuk menggantikan Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sehingga dapat mengurangi kepadatan antrian kendaraan terutama pada arus mudik lebaran 2019.*/ANTARA
FOTO udara pembangunan Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek, Jawa Barat, Kamis, 16 Mei 2019. Gerbang tol tersebut dibangun untuk menggantikan Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sehingga dapat mengurangi kepadatan antrian kendaraan terutama pada arus mudik lebaran 2019.*/ANTARA

PURWAKARTA, (PR).- Dua pintu tol baru di perbatasan Kabupaten Purwakarta-Karawang belum bisa beroperasi maksimal saat pembukaan, Kamis, 23 Mei 2019 pukul 00.00. Dari 28 gardu yang direncanakan, Jasa Marga baru akan menggunakan 14 gardu inti.

Seluruh gardu baru akan digunakan saat puncak arus mudik dan balik Lebaran 2019. "Saat pembukaan tanggal 23 Mei nanti (arus lalu lintas) masih normal. Jadi, dengan 14 gardu yang dioperasikan sudah cukup," kata General Manager Jasa Marga Jakarta-Cikampek Raddy R Lukman, Senin, 20 Mei 2019.

Ke-14 gardu itu dibagi masing-masing tujuh gardu untuk jalur ke arah Barat dan arah Timur. Raddy meyakinkan kedua gerbang tol yakni Cikampek Utama ke arah Cirebon dan Kalihurip Utama ke arah Bandung bisa digunakan sesuai rencana setelah meninjau lokasi di perbatasan Purwakarta-Karawang.

Meskipun demikian, ia mengakui pembangunannya belum selesai 100 persen. "Baru tanggal 26-nya itu akan full beroperasi. Yang di belakangnya (Cikampek Utama) ada delapan gardu satelit, Cikampek Utama 3 dan 5 masing-masing empat gardu. Jadi, per arah (ke Barat dan ke Timur) ada 15 gardu," kata Raddy.

Khusus untuk mengantisipasi kenaikan jumlah kendaraan saat puncak arus mudik dan balik, Jasa Marga juga menyiapkan enam gardu tambahan. Sehingga, jumlahnya mencapai 21 unit untuk jalur arah Barat maupun Timur.

Gerbang Tol Cikampek Utama.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Saat puncak arus mudik Lebaran 2019 yang diperkirakan terjadi pada 30-31 Mei dan 1-2 Juni 2019, Kepolisian Republik Indonesia akan menerapkan sistem lalu lintas satu arah di jalan tol. Begitu juga saat puncak arus balik pada 8-10 Juni 2019 mendatang.

"Dengan waktu mudik dan arus pendek yang pendek sekali -- hanya tiga hari -- dibandingkan tahun lalu, kita buat penjagaan di gardu satelit ditambah tujuh unit lagi. Jadi, jumlah totalnya 28 unit per arah," ujar Raddy. Meskipun demikian, ia meyakini pengoperasian 21 gardu saja sebenarnya sudah cukup.

Dari pantauan PR di gerbang tol Cikampek Utama 1 kilometer 70 Jakarta-Cikampek, gerbang inti yang terdiri dari 14 lajur sudah berdiri meskipun belum tertata rapi. Di bawah atap bajanya juga terdapat gardu dan alat kelengkapan lainnya seperti palang penjaga dan mesin pembayaran otomatis.

Raddy mengakui, pekerjaan yang belum selesai saat ini adalah bagian gardu satelitnya saja. Ia menjamin pekerjaan yang dilakukan di lokasi tidak membahayakan pengguna jalan. Namun, laju kendaraan terkadang dalam kecepatan tinggi hingga membahayakan para pekerja di lokasi.

Sementara itu, pemindahan gerbang tol dari Cikarang Utama ke perbatasan Purwakarta-Karawang diharapkan efektif mengurangi kemacetan pada arus mudik kali ini. Pengamat tata ruang, Yayat Supriatna menyebut upaya tersebut bisa menjadi tolok ukur sistem transportasi ke depannya.

"Dengan adanya pemisahan pintu tol dari Cikarang Utama dibagi dua, masyarakat diharapkan bisa semakin terlayani dan masyarakat juga diharapkan berpartisipasi untuk memperlancar. Misalkan tidak beristirahat di bahu jalan," kata Yayat. Menurutnya, arus mudik kali ini menempuh jarak terpanjang di Pulau Jawa.***

Bagikan: