Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Dihentikan DLHK, Pabrik Kertas PT Pindo Deli 3 Tetap Berproduksi

Dodo Rihanto
SAMPAH hasil produksi pabrik kertas PT Pindo Deli 3 di Karawang yang tidak bisa didaur ulang. Meski usaha sudah dihentikan DLHK karena perizinan yang kadaluwarsa, pada Senin, 20 Mei 2019 pabrik tetap terlihat beroperasi.*/DODO RIHANTO/PR
SAMPAH hasil produksi pabrik kertas PT Pindo Deli 3 di Karawang yang tidak bisa didaur ulang. Meski usaha sudah dihentikan DLHK karena perizinan yang kadaluwarsa, pada Senin, 20 Mei 2019 pabrik tetap terlihat beroperasi.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang telah menghentikan aktivitas pabrik kertas PT Pindo Deli 3. Alasannya, pabrik tersebut belum mengantongi sejumlah perizinan karena izin yang ada sudah kedaluwarsa.

Akan tetapi perintah dari DLHK itu tidak digubris pabrik kertas anak perusahaan Sinarmas tersebut. Pabrik PT Pindo Deli 3 hingga Senin, 20 Mei 2019 masih berproduksi. 

Padahal, DLHK telah meminta bantuan Polisi Pamong Praja untuk menyegel pabrik itu melalui surat No.180/981/PPL tertanggal 7 Mei 2019. Tetapi hingga kini permintaan bantuan itupun diabaikan Satpol PP.

Saat hal itu dikonfirmasikan ke Kepala Satpol PP Karawang, Asip Suhendar, yang bersangkutan tidak mau berkomentar. "Silahkan wawancara Kabid Penegak Peraturan Hukum Daerah saya," kata Asip.

Sementara itu, Endeng, Kabid Penegak Peraturan Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Karawang mengaku tak berwenang menindak pabrik kertas tersebut. Menurutnya, yang berwenang menindak pabrik itu adalah kepolisian atau PPNS. Sebab Satpol PP hanya menindak pihak yang melanggar Perda.

"Kami tak berwenang menyegel pabrik itu karena kami hanya berwenang menindak pelanggar Perda. PT Pindo Deli 3 kan melanggar Undang-undang, yang berwenang menindaknya adalah polisi atau PPNS," kata Endeng.

Sementara itu, dari pantauan wartawan Pikiran Rakyat produksi di pabrik tersebut masih berjalan seperti biasa. Sejumlah pekerja hilir mudik mengoperasikan forklift

Mereka terlihat mengangkut sampah-sampah yang sudah diikat berbentuk kubus ke dalam pabrik. Jumlah sampah sangat banyak bahkan hingga menggunung lebih dari tinggi orang dewasa.  

Tumpukan sampah yang berada di luar pabrik tak kalah banyaknya. Sampah itu menjadi buruan warga sekitar untuk dipilah dan dijual lagi ke pengepul.***

Bagikan: