Pikiran Rakyat
USD Jual 14.083,00 Beli 13.783,00 | Sebagian cerah, 16.2 ° C

Enam Pasar Tradisional di Kota Bogor Akan Direvitalisasi

Windiyati Retno Sumardiyani
KONDISI Pasar Bogor terpantau kumuh, Minggu, 19 Mei 2019. Pemerintah Kota Bogor berencana akan merevitalisasi enam pasar di Kota Bogor.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
KONDISI Pasar Bogor terpantau kumuh, Minggu, 19 Mei 2019. Pemerintah Kota Bogor berencana akan merevitalisasi enam pasar di Kota Bogor.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR, (PR).- Enam pasar tradisional di Kota Bogor dijanjikan akan direvitalisasi. Perusahaan Daerah  Pasar Pakuan Jaya menilai, revitalisasi pasar penting dilakukan untuk menampung  pedagang kaki lima yang jumlahnya semakin banyak.

Direktur PD Pasar Pakuan Jaya, Muzakkir, menuturkan, berdasarkan rencana sementara, enam pasar yang akan direvitalisasi yakni Pasar Sukasari, Pasar Cunpok Padasuka, Pasar Pamoyanan, Pasar Tanah Baru, Pasar Jambu Dua, dan Pasar Taman Kencana.

“Revitalisasi ini lebih mempertahankan skema pasar rakyat dengan cara menambah volume pasar. Ke depan, jumlah PKL tentu luar biasa, kami berharap bisa mengakomodir mereka, sehingga tidak ada PKL yang berjualan di luar, dan tentunya juga mengakomodir pedagang existing,” ujar Muzakkir saat dihubungi “PR”, Minggu, 19 Mei 2019.

Menurut Muzakkir, revitalisasi pasar tersebut akan berlangsung bertahap. Saat proses revitalisasi berlangsung, PD Pasar Pakuan Jaya akan merelokasi sementara penjual agar mereka dapat tetap berdagang. Saat ini, Pemerintah Kota Bogor sudah mulai merevitalisasi blok F Pasar Bogor.

Rencananya, pembongkaran blok F Pasar Bogor akan dilaksanakan pada malam takbiran. PD Pasar Pakuan Jaya pun telah mempersiapkan tempat penampungan sementara  untuk para pedagang.

“Ada 178 pedagang yang akan dipindahkan sementara, nanti bangunan yang dirobohkan akan dipagar, harapannya  setahun kemudian pedagang bisa menempati  tempat baru. Hal itu juga berlaku di pasar lain yang akan direvitalisasi,” ucap Zakkir.

Terkait anggaran revitalisasi, Zakkir mengatakan, ada beberapa pendanaan yang diusulkan.  Selain menggunakan anggaran APBD Kota Bogor, PD Pasar Pakuan Jaya juga  mencari  dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan juga pihak ketiga.

“Ada tiga skema, kita lihat juga dari pasarnya. Kalau pasarnya besar tentu butuh permodalan besar. Kalau pasar kecil, ya, kita butuh anggaran Rp10 miliar hingga Rp20 miliar, ini masih memungkinkan minta bantuan dari provinsi,” katanya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan, revitalisasi pasar perlu dilakukan karena kondisi pasar tradisional di Kota Bogor masing kurang tertata dengan baik. “Kondisi pasar yang kurang tertata dengan baik sebenarnya persoalan lama,  maka dari itu perlu ada perbaikan dari segi bangunan, akses, maupun komoditasnya,” ujarnya.

PEDAGANG bawang melayani pembeli di Pasar Jambu 2, Kota Bogor, Selasa 26 Maret 2019. Harga bawang merah terus melonjak selama sepekan terakhir tembus harga Rp 43 ribu per kilogram.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

Penataan PKL

Selain merevitalisasi pasar, Dedie mengatakan, Pemkot Bogor akan mulai  melakukan penataan PKL.  Penataan  perlu dilakukan untuk meminimalisasi kesemrawutan kota akibat keberadaan PKL.

“Banyak PKL yang bukan beridentitas Kota Bogor. Ke depan, akan kami tata. Saya juga minta kepada dinas terkait untuk mulai mendata PKL, sehingga kita menegakkan aturan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucap Dedie.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, saat ini ada sekitar 4000 PKL yang tersebar di Kota Bogor. PKL terbanyak tersebar di sekitar Pasar Anyar dan Pasar Bogor.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Annas S Rasmana, mengatakan, penataan PKL akan dilakukan secara bertahap. Permasalahan penataan PKL saat ini adalah keterbatasan lokasi untuk menampung banyaknya PKL. Selain itu, para PKL biasanya enggan membayar sewa kios yang lebih mahal ketimbang berjualan di tempat terlarang.

“Sedikit demi sedikit sudah dibenahi, seperti PKL pasar basah sayuran dari Pasar Bogor ke Sukasari. Untuk sementara kita gratiskan, mudah-mudahan PKL lainnya bisa segera menyusul,” ucap Annas.***

Bagikan: