Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 23 ° C

Teriakan Warga Penanda Kereta Akan Lewat

Bambang Arifianto
PENGENDARA melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis 16 Mei 2019. Sejumlah warga khawatir perlintasan kereta tanpa palang pintu dan penjaga bakal makan korban jiwa jelang musim mudik Lebaran 2019.*/ BAMBANG ARIFIANTO/PR
PENGENDARA melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis 16 Mei 2019. Sejumlah warga khawatir perlintasan kereta tanpa palang pintu dan penjaga bakal makan korban jiwa jelang musim mudik Lebaran 2019.*/ BAMBANG ARIFIANTO/PR

MENJELANG musim mudik Lebaran 2019, sejumlah perlintasan kereta api tak berpalang pintu di Kota/ Kabupaten Tasikmalaya masih terlihat tanpa penjagaan. Hal tersebut menuai kekhawatiran warga lantaran keselamatan jiwanya terancam saat melintas.

"PR" mendapati perlintasan tak berpalang pintu tanpa penjagaan di wilayah Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Pengendara mesti ekstra hati-hati dengan menengok kanan kiri jalur kereta terlebih dahulu ketika melintas. Selain itu, suara laju kereta yang mendekat menjadi penanda kendaraan harus berhenti sebelum menyeberang. Di sana,tak terlihat pula rambu-rambu yang mengingatkan pengendara berhenti atau berhati-hati menyeberangi perlintasan.

Kondisi serupa terlihat di perlintasan tanpa palang pintu lain di Kota Tasikmalaya. Di Jalan Pasanggrahan yang berada di perbatasan Kelurahan Indihiang dan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, pengendara mengandalkan suara teriakan warga yang mengingatkan adanya kereta yang melintas. "Motor kan kebanyakan kencang, tak terdengar (suara kereta) karena memakai helm," ‎ kata Muhlis (56), warga Kampung Pasanggrahan saat ditemui di lokasi perlintasan, Jumat 17 Mei 2019. Untuk mengatasinya, warga pun berteriak keras jika telah mendengar suara laju kereta mendekat.

PENGENDARA melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Pasanggrahan, perbatasan Kelurahan Indihiang-Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jumat 17 Mei 2019. Sejumlah warga khawatir perlintasan kereta tanpa palang pintu dan penjaga bakal makan korban jiwa jelang musim mudik Lebaran 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Muhlis menuturkan, PT KAI biasanya menempatkan penjaga perlintasan tanpa palang pintu saat musim mudik Lebaran. Tahun lalu, tuturnya, penjaga palang telah bertugas pada pertengahan Ramadan. Namun,tahun ini belum ada petugas penjaga di perlintasan Pasanggrahan kendati puasa telah berlangsung hampir dua pekan. "Kalau keinginan masyarakat mah ada yang tugas (jaga)," ujar Muhlis. Soalnya, warga khawatir adanya kejadian kereta menambrak pengendara lantaran kondisi tersebut. Meskipun hanya bisa dilalui sepeda motor, perlintasan Pasanggrahan cukup ramai dilewati warga.

Sejumlah kejadian sempat terjadi akibat tak adanya petugas dan palang pintu di lokasi. "Ada yang terjatuh ke selokan karena memacu motornya kencang dan kaget ketika diberitahu ada kereta yang melintas, menginjak rem motornya kencang, masuk selokan," ucap Muhlis.

Warga juga semakin waswas bila masuk musim mudik Lebaran. Pasalnya, intensitas kereta yang melintas bertambah karena adanya kereta tambahan. Pengendara hanya bisa bergantung keselamatan pada teriakan warga serta sikap hati-hati ketika melewatinya. ‎Akan tetapi, bila perlintasan ditutup warga bakal kesulitan karena mesti melewati jalan memutar yang lebih jauh untuk menyeberang.

Kondisi perlintasan di  Kampung Sukasirna, Kelurahan Sukamajukaler, Kecamatan Indihiang setali tiga uang. Dwi (39), pemilik bengkel di lokasi tersebut mengaku pengendara sepeda motor tetap melintasinya walaupun tali/kabel sinyal jalur kereta melintang rendah di sana. "Motor sok ngalangkung," ujarnya.

Penjagaan akan dilakukan

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 2 Bandung Noxy Citrea memastikan penjagaan perlintasan tanpa palang pintu akan dilakukan.‎ "Kalau untuk penjaga perlintasan tentunya kami akan menambahkan untuk persiapan Lebaran," ucap Noxy dalam sambungan telefon, Kamis 16 Mei 2019. Untuk petugas penjaga reguler di wilayah Daop 2 Bandung, jumlahnya mencapai 117 orang. Sedangkan petugas tambahan 71 orang. Tak hanya itu, PT KAI melakukan perbaikan rel dan jembatan.

"Lalu ada juga pengamanan nanti diperkuat pengamanan dengan menambahkan 106 petugas pengamanan dari TNI, Polri, lalu ada Posko kesehatan di tiap stasiun, tutur Noxy. Pegawai PT KAI juga siap bertugas guna memastikan arus mudik berjalan lancar. "Mulai 26 mei -16 juni tidak boleh ada pegawai yang cuti semua turun memantau  penumpang," ucapnya. ***

 

 

Bagikan: