Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 15.5 ° C

Suryadi, Kapolsek yang Pandai Mengukir Kayu Bekas

Tim Pikiran Rakyat
KOMPOL Suyadi Kapolsek Pangandaran menyulap limbah kayu yang dimanfaatkan sehingga menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomis. Pengukiran limbah kayu ia lakukan di depot rumahnya yang beralamat di Perum Cikembulan, Kec Sidamulih, Kab Pangandaran, Jumat, 17 Mei 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
KOMPOL Suyadi Kapolsek Pangandaran menyulap limbah kayu yang dimanfaatkan sehingga menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomis. Pengukiran limbah kayu ia lakukan di depot rumahnya yang beralamat di Perum Cikembulan, Kec Sidamulih, Kab Pangandaran, Jumat, 17 Mei 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Bagi kebanyakan orang, serbuk kayu maupun kayu bekas, tidak bisa dimanfaatkan lagi dan tidak sedikit kayu bekas tersebut digunakan untuk kayu bakar.

Namun berbeda dengan Suryadi, yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Pangandaran, justru limbah kayu tersebut ia sulap menjadi barang yang unik dan bernilai tinggi.

Saat ditemui dikediamannya di Perum Cikembulan Kec Sidamulih Kab. Pangandaran, di sela-sela waktunya sebagai aparat kepolisian, Suryadi bersama para pegawainya melakukan sibuknya dengan cara mengukir limbah kayu yang ia dapat menjadi barang yang menarik dan memiliki nilai jual.

Untuk mengisi waktu luang, Suryadi memutuskan untuk mengeluti dunia bisnis limbah kayu bekas yang selanjutnya dibuat berbagai jenis hasil karya salah satunya berupa patung.

Menurut Suryadi, semua kerajinan yang ada di depotnya tersebut terbuat dari limbah kayu kayu bekas yang di olah sedemikian rupa.

"Meskipun kayu bekas tapi bukan sembarang bekas, tetapi kayu bekas bisa memiliki daya tahan yang kuat," ucap .Suryadi, Jumat, 17 Mei 2019.

Dirinya mengaku baru empat tahun mengeluti dunia bisnis dari kayu bekas. Sementara untuk proses produksi limbah dari kayu bekas tergantung pesanan, menginggat tenaga pegawainya masih terbatas.

Menurut Suyadi, untuk karya seninya dipatok harga mulai dari 50 ribu hingga 30 jutaan. "Kalau harga yang 30 juta khusus ukiran yang di pesan langsung oleh si pembeli atau sengaja dibuat untuk di jual," ujar Suyadi kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.***
 

Bagikan: