Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Langit umumnya cerah, 19.6 ° C

Ongkos Ojek Palang Mahal karena Rutenya Masuk Hutan

Tim Pikiran Rakyat
OJEK palang ini sudah sejak lama ada di Kabupaten Pangandaran yang digunakan untuk mengangkut kayu dan ongkosnya juga jauh lebih besar dibanding ojek orang.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN
OJEK palang ini sudah sejak lama ada di Kabupaten Pangandaran yang digunakan untuk mengangkut kayu dan ongkosnya juga jauh lebih besar dibanding ojek orang.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN, (PR).- Angkutan ojek bukan ditujukan untuk manusia saja, melainkan bisa juga untuk barang berupa kayu gelondongan. Ojek yang mengangkut kayu gelondongan ini, biasanya dikenal sebagai ojek palang. Driver ojek seperti ini harus benar-benar bermental baja karena untuk operasionalnya harus menembus jalan-jalan yang berada di hutan belantara.

Mengingat medannya yang ekstrem, driver ojek palang harus bernyali berani. Ojek palang ini sudah sejak lama ada di Kabupaten Pangandaran. Terkait ongkosnya, tentu saja ojek palang menerapkan biaya yang agak mahal ketimbang ojek biasa. Namun itu, sebanding dengan barang yang dibawanya dan lokasi yang dilaluinya.

Salah satu pengojek palang yang sudah lama beroperasi, yakni Jasman (43). Dia warga Cigugur Pangandaran, yang cukup setia menjalani profesi sebagai ojek palang. Jamsan mengatakan, untuk beroperasi, sepeda motor yang digunakan memang bukan sepeda motor standar keluaran pabrik. Dirinya memodifikasi terlebih dahulu sepeda motornya agar bisa digunakan untuk mengangkut kayu glondongan yang berdiameter 30 – 45 centimeter dengan panjang 260 cm. 

"Saat ini, ojek kayu sangat diminati oleh warga setempat sebagai mata pencaharian karena hasilnya lebih besar," ungkapnya. 

Jalur terjal

Menurut Jasman, ide untuk membuat jasa ojek kayu muncul ketika masyarakat setempat melihat para pekerja pengangkut kayu kesulitan dalam memindahkan kayu terutama ketika harus melalui jalur terjal yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan besar.

"Ya akhirnya keluarlah ide seperti ini, membuat ojek palang untuk angkut kayu gelondongan," tuturnya. 

Selanjutnya beberapa orang lantas memiliki ide untuk membuat alat yang bisa mengangkut kayu glondongan dengan menjangkau lokasi-lokasi yang cukup sulit. Akhirnya sepeda motor milik warga tersebut dipilih menjadi sarana yang paling memungkinkan untuk dijadikan sebagai alat tersebut. 

"Mulai dari situlah awal saya minat jado tukang ojek palang ini," tuturnya kepada wartawan Kabar Priangan, Muslih Jerry.

Pengojek lainnya Nartim (47) mengatakan, bahwa memodifikasi yang dilakukan adalah melakukan penggantian gir motor serta ban motor sehingga memungkinkan untuk melalui medan terjal. Selain itu, di motor juga disematkan 2 buah palang besi yang digunakan sebagai tempat membawa kayu.

"Saya sendiri untuk melakukan modifikasi ini, sampai merogoh biaya sebesar Rp 2,5 juta," ungkapnya. 

Dirinya menambahkan saat sekarang ini sudah ada sekitar 8 orang warga sekitar yang berprofesi sebagai ojek kayu. Setiap ada order dari tukang kayu yang sedang menebang pohon kayu terutama di hutan dengan medan yang tidak terjangkau kendaraan roda empat sudah pasti menggunakan jasa ojek kayu. 

"Alhamdulilah, sehari dapat hasil rata-rata Rp 350.000,00. Itu juga tergantung jumlah banyaknya kayu,"tambahnya.***

Bagikan: