Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 24.8 ° C

Cirebon Power Sepakati Rekrutmen Pekerja dengan Sembilan Desa

Agung Nugroho
WARGA sembilan desa di lokasi Cirebon Power mengadakan buka bersama. Pada kesempatan itu, disepakati rekrutmen pekerja diprioritaskan untuk sembilan desa.*/AGUNG NUGROHO/PR
WARGA sembilan desa di lokasi Cirebon Power mengadakan buka bersama. Pada kesempatan itu, disepakati rekrutmen pekerja diprioritaskan untuk sembilan desa.*/AGUNG NUGROHO/PR

SUMBER, (PR).- Cirebon Power (CP) memiliki pola berbeda untuk mempererat tali silaturahim sekaligus memberdayakan warga di sekitar Pembangkit Listrik tenaga Uang (PLTU) Kanci, Kabupaten Cirebon. Memanfaatkan momentum kegiatan Ramadan 1440 tahun ini, perusahaan itu menyerahkan sepenuhnya kegiatan rutin buka bersama (bukber) yang selama ini menjadi tradisi setiap bulan puasa.

Hal berbeda ialah pada penyelenggara kegiatan. Bila sebelumnya, kegiatan bukber  sepenuhnya dilakukan oleh pihak CP, kali ini penyelenggaraan sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat sekitar yang selama ini sudah menjadi mitra perusahaan tersebut. 

“Kita manfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat silaturahim dan kerja sama kemitraan dengan warga. Polanya pemberdayaan dengan menyerahkan sepenuhnya kegiatan bukber kepada masyarakat,” tutur Direktur CP, Teguh Haryono, Kamis 16 Mei 2019 malam.

Bukber yang dilakukan warga digelar pada Kamis sore kemarin. Jajaran manajemen CP justru sebagai pihak yang diundang oleh warga selaku penyelenggara, mereka berbaur akrab dengan sedikitnya lima ratus warga saat acara itu berlangsung.

"Semuanya diatur oleh warga sekitar. Kami sendiri pihak yang diundang. Jadi hadir sebagai undangan dari warga penyelenggara," tutur Teguh.

Acara bukber memang bertempat di tempat workshop untuk pelatihan milik CP yang lokasinya tidak jauh dari PLTU, masih di sekitar Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Hal itu juga atas insiatif warga yang sejak awal meminjam fasilitas CP untuk kegiatan yang mengundang lebih dari lima ratus orang tersebut.

“Kata warga, yang paling memadai memang di workshop kami. Kami persilakan karena memang mencari tempat yang representatif yang dihadiri ratusan orang tidak mudah di Kanci,” jelas Teguh. 

Pembagian santunan

Hadir pada acara tersebut tokoh-tokoh agama dan masyarakat di sembilan desa di sekitar PLTU Kanci, juga unsur musyawarah pimpinan daerah dan kecamatan. Seperti biasa, selain bukber, kegiatan itu juga dibarengi pembagian santunan kepada anak yatim dan jompo.

“Kegiatan ini merupakan usaha bersama masyarakat untuk saling menjaga kerukunan. Bagi kami, keberadaan CP bukan hanya hidup di masyarakat, tapi juga hidup bermasyarakat,” tutur Teguh yang didaulat untuk ikut menyampaikan sambutan pada kegiatan bukber tersebut.

Pada kesempatan itu, dikemukakan juga soal  rencana rekrutmen tenaga kerja lokal. Dijelaskan, CP sudah menandatangani kesepakatan dengan komite di sembilan desa dan bakal memaksimalkan porsi tenaga kerja lokal hingga bisa mencapai 50 persen.

Teguh menuturkan,  sudah ada kesepahaman dengan kontraktor maupaun sub kontraktor yang akan terlibat dalam pembangunan PLTU Cirebon Power unit 2 terkait tenaga kerja lokal. Ia berharap, hadirnya komite di sembilan desa, bisa menjadi jembatan untuk alokasi pekerja lokal."Mudah-mudahan kontribusi dari komite, bisa memberikan manfaat kepada masyarakat," ujarnya.

Terkait bidang pekerjaan apa yang bisa dipegang oleh warga lokal, Teguh menyebut, seluruh pekerjaan yang mampu dikuasai, bisa dipegang oleh warga lokal. Disebutkansudah ada warga lokal yang menjadi manager disalah satu perusahaan yang berada dibawah naungan CP.

"Prinsipnya jenis pekerjaan apapun yang bisa dikuasai, bisa dipegang warga lokal," tuturnya.
Teguh menambahkan, saat ini terdapat kesenjangan kemampuan masyarakat, dengan kebutuhan pekerjaan. Maka Vocational Center atau workshop ang tempatnya digunakan untuk kegiatan bukber, menjadi salah satu solusi untuk mencetak pekerja lokal yang kompetensi skillnya memenuhi syarat.

”Kita latih dulu warga di Vocational Center, ketika kemampuannya sudah sesuai, baru bisa dipekerjakan," ujarnya.***
 

Bagikan: