Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Cerah, 27 ° C

Akibat Pergerakan Tanah, Empat Warga Mengungsi

Tim Pikiran Rakyat
ANGGOTA kepolisian dan TNI tengah memperhatikan retakan rumah milik warga Lingkung Depok, RT 002/005, Kelurahan Munjul, Kecamatan, Kabupaten Majalengka yang mengalami retak-retakan dan anjlok. Akibat hal tersebut empat warga terpaksa mengungsi, Jumat  17 Mei 2019.*/ TATI PURNAWATI/ KABAR CIREBON
ANGGOTA kepolisian dan TNI tengah memperhatikan retakan rumah milik warga Lingkung Depok, RT 002/005, Kelurahan Munjul, Kecamatan, Kabupaten Majalengka yang mengalami retak-retakan dan anjlok. Akibat hal tersebut empat warga terpaksa mengungsi, Jumat  17 Mei 2019.*/ TATI PURNAWATI/ KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Pergerakan tanah terjadi di Lingkung Depok, RT 002/005, Kelurahan Munjul, Kecamatan, Kabupaten Majalengka, mengakibatkan 4 rumah warga rusak, dan penghuninya terpaksa harus mengungsi karena khawatir rumahnya tiba-tiba ambruk.

Empat rumah yang rusak akibat pergerakan tanah tersebut adalah milik Wawan Setiawan (45), Gandi (35), Irin (55), serta milik Ilah (51). Rumah mereka mengalami retak-retak, anjlok. Retakan antara 20 cm hingga 30 cm, sedangkan anjloknya lantai tanah ada yang mencapai 50 cm

Bahkan sejumlah pepohonan di samping dan belakang rumah mereka runtuh akibat tanah yang terus bergerak setiap saat.

Sejumlah warga mengatakan pergerakan tanah tersebut telah terjadi sejak beberapa pekan lalu, namun tidak mengakibatkan kerusakan bangunan yang cukup parah. Pergerakan tanah terparah mulai terjadi pada Senin 13 Mei 2019 yang terjadi terus menerus.

“Karena rumah sudah tidak memungkinkan untuk ditempati , akhirnya kami bersama 3 tetangga lain yang sama mengalami hal serupa segera mengungsi ke rumah saudara masing-masing. Khawatir runtuh tiba-tiba,” kata Wawan, seperti dilaporkan Tati Purnawati, wartawan Kabar Cirebon.

Mereka tidak mengetahui apa penyebab hal tersebut, karena sebelumnya tidak pernah terjadi pergerakan tanah walaupun di musim penghujan dengan kondisi air sungai yang cukup deras sekalipun.

“Selama ini rumah kami aman-aman saja walaupun dekat dengan tebing dan berada di pinggir aliran sungai. Rumah lain juga berada di pinggir aliran sungai, sama aman,” kata Gandi.

Kapolsek Majalengka Ajun Komisaris Polisi Kustadi saat meninjau lokasi pergerakan tanah, Kamis malam 16 Mei 2019 mengungkapkan, hasil pemantauan sementara penyebab pergerakan tanah yang menimpa 4 rumah warga diduga akibat erosi Sungai Cijurey yang aliran sungainya berada di belakang permukiman warga.

“Ini tampaknya akibat erosi, bagian bawah permukiman warga tanahnya tersosok aliran sungai kemudian bagian permukaan tanah warga langsung anjlok dan terus bergerak . Mungkin saat puncak musim penghujan kemarin belum begitu parah, dampaknya baru terjadi sekarang,” ungkap AKP Kustadi.

 Pergerakan tanah menurutnya terus terjadi, karena hal tersebut, pihaknya langsung mengintruksikan seluruh warga terdampak untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Serta berupaya mengamankan harta benda mereka yang ada di dalam rumah.

Akibat kejadian tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp 75.000.000.***

 

Bagikan: