Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 25.5 ° C

Tulis Doa di Kertas Kecil, Dapat Hadiah Oncom Puruluk

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH anak dan orang tua tengah membaca buku yang disediakan kolecer di taman Dirgantara, Majalengka. Kolecer menyediakan sejumlah buku bacaan gratis untuk masyarakat, Rabu 15 Mei 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
SEJUMLAH anak dan orang tua tengah membaca buku yang disediakan kolecer di taman Dirgantara, Majalengka. Kolecer menyediakan sejumlah buku bacaan gratis untuk masyarakat, Rabu 15 Mei 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJAENGKA,(PR).- Taman bacaan Kolecer (Kotak Literasi Cerdas)  yang ada  di kawasan Taman Dirgantara, Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka menjadi alternatif tempat membaca bagi anak-anak dan orang dewasa.

Masyarakat umum serta anak-anak yang datang ke taman Dirgantara  yang semula hanya bermain menikmati  sejumlah arena permainnan seperti odong-odong, mobil anak-anak, sepatu roda, mobil remot dan sejumlah mainan lainnya, atau menikmati jajanan di alam terbuka, kini anak-anak bisa menikmati buku bacaan yang tersedia di bokS Kolecer.

Pengunjung Kolecer bisa santai dan nyaman membaca buku bacaan yang disukainya karena pengelola Kolecer  Lili Surliah bersama suaminya Dodi Jaya menyediakan tikar  cukup lebar sehingga bisa duduk santai ditempat teduh. Apalagi di sore hari karena diteduhi pohon flamboyan.

Dodi setiap harinya menyediakan 80 buku bacaan berbagai jenis, lebih dari setengahnya buku bacaan anak-anak sisanya bacaan orang dewasa. Ada yang berupa novel, komik, biografi sejumlah tokoh, buku agama dan sejumlah buku lainnya yang masing-masing buku minimal berjumlah dua buku. Alasanya ketika ada yang ingin membaca buku yang sama bisa tersedia, terutama bacaan anak-anak.

Disampaikan Dodi, Kolecer ini buka setiap hari sejak tahun lalu, hanya sebelumnya tidak dilakukan di Taman Dirgantara. Namun melihat suasana keramaian masyarakat, Kolecer akhirnya dibuka di Tama Dirgantara. Saat ini kebetulan di taman Dirgantara banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, serta pedagang pun jumlahnya cukup banyak.

“Beberapa hari belakangan saya buka mulai siang hari hingga menjelang buka puasa. Hanya Sabtu, Minggu kemarin sempat libur,” ungkap Dodi kepada wartawan Kabar Cirebon, Tati Purnawati.

Ada sponsor

Setiap harinya berdasarkan catatan Dodi, ada sekitar 30 orang hingga hamper 50 orang yang datang berkunjung untuk membaca buku yang kebanyakan adalah anak-anak. Karena pengunjungnya kebanyakan anak-anak, maka buku yang disediakanpunn buku bacaan anak.

“Agar tidak bosan buku setiap dua hari sekali saya ganti. Saya bawa dari perpustakaan yang ada di rumah, saya bawa pakai dus atau kadang pakai ransel,” kata Dodi.

Dua hari sebelumnya, kata Dodi, pengunjung taman bacaan jauh lebih banyak karena ada sponsor dari produk oncom puruluk. Orang yang datang membaca buku diberikan hadiah oncom puruluk dengan imbalan menulis doa di kertas kecil.

“Teman saya memproduksi oncom puruluk (produk panganan untuk teman nasi), kemarin ini dia kirim 30 toples yang harus dibagikan kepada pembaca buku. Imbalannya selain baca buku harus menulis doa di kertas kecil yang sudah disediakan, sambil membubuhkan identitas pembaca buku, waktu itu lumayan banyak walaupun tidak semua kebagian puruluk oncom,” ungkap Dodi.

 Reza serta Lutfi dua murid SD mengaku hamper setiap hari datang berkunjung ke Kolecer untuk membaca buku dongeng sambil ngabuburit. Menjelang magrib mereka pulang untuk mandi dan berbuka. Atau terkadang mereka datang setelah mandi dan berbuka di sana.

“Kalau tidak main sama teman kami datang ke sini baca buku,” kata Reza.

Lisa dan Dodi malah sengaja membawa anak-anak mereka untuk membaca di taman bacaan tersebut sambil ngabuburit. "Mengajak anak-anak agar suka membaca" kata Lisa.***

Bagikan: