Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Polisi Sita Ribuan Miras di Purwakarta selama Ramadan 2019

Hilmi Abdul Halim
*/DOK. PR
*/DOK. PR

PURWAKARTA, (PR).- Kepolisian Resor Purwakarta menyita ribuan botol minuman keras selama Ramadan 2019. Mereka juga meningkatkan pengamanan dengan membentuk tim patroli khusus bernama Tim Cobra.

Tim tersebut akan berpatroli secara rutin khususnya pada malam hari untuk mengantisipasi aksi kejahatan. "Karena itu, masyarakat jangan takut bertemu sama geng motor atau jambret," kata Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Polres Purwakarta, Inspektur Dua, Putra, Kamis, 16 Mei 2019.

Patroli rencananya akan difokuskan di sejumlah lokasi rawan aksi kejahatan seperti jalanan yang sepi dan gelap. Menurutnya, tim tersebut memiliki kemampuan dan ketangkasan khusus untuk mengamankan wilayah pada malam hari.

Selain pusat kota Purwakarta, wilayah lain yang menjadi sasaran patroli yaitu kawasan industri di Kecamatan Bungursari dan Campaka. "Masyarakat yang mengetahui tindakan kriminalitas atau yang menggangu ketertiban umum jangan takut laporkan saja kepada kami," ujar Putra menambahkan.

Secara terpisah, Kepala Polres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Matrius juga mengaku memfokuskan jajarannya untuk melakukan razia minuman keras selama Ramadan. Bahkan, jajarannya telah menyita sebanyak 3.556 botol minuman beralkohol dari berbagai merek sampai saat ini.

Dalam operasi yang digelar selama dua pekan terakhir, polisi juga menyita 156 liter minuman keras jenis ciu dan 372 liter tuak. "Kita lakukan (operasi) ini untuk mengantisipasi korban dari miras. Mengingat, saat ini bulan puasa kita juga mengantisipasi sweeping oleh kelompok tertentu," kata Matrius di markasnya.

Jajaran Polres Purwakarta berencana menggelar operasi penyakit masyarakat mulai 17-31 Mei 2019. Matrius berharap upaya kepolisian bisa mewujudkan kekondusifan lingkungan.

Lebih lanjut, Matrius menyebutkan sebagian besar tempat yang menjual minuman terlarang itu berdalih sebagai penjual jamu. Sebelumnya, polisi juga menemukan modus penjualan miras melalui media sosial.

Berdasarkan data pada 2018 lalu, sebanyak enam dari 17 kecamatan di Purwakarta masuk zona merah peredaran miras ilegal. Keenam kecamatan itu adalah Purwakarta, Babakan Cikao, Bungursari, Campaka, Plered dan Sukatani.

Selain itu ada delapan kecamatan lain yang berpotensi masuk zona merah dan hanya dua kecamatan tersisa yang relatif masih rendah. Itu artinya, hampir seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta belum terbebas dari peredaran minuman keras tersebut.***

Bagikan: