Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 22.3 ° C

Menyerukan Misi Damai, Para Kepala Daerah dan Tokoh Muda Berkumpul di Bogor

Windiyati Retno Sumardiyani
DELAPAN kepala daerah dan dua tokoh muda Yenny Wahid serta Agus Harimurti Yudhoyono bersilaturahmi di Balai Kirti Istana Kepresidenan, Kota Bogor, Rabu 15 Mei 2019.  Mereka sepakat membawa misi perdamaian di tengah suasana memanas jelang penetapan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019.*/ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
DELAPAN kepala daerah dan dua tokoh muda Yenny Wahid serta Agus Harimurti Yudhoyono bersilaturahmi di Balai Kirti Istana Kepresidenan, Kota Bogor, Rabu 15 Mei 2019. Mereka sepakat membawa misi perdamaian di tengah suasana memanas jelang penetapan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019.*/ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR, (PR).- Delapan kepala daerah dan dua tokoh muda Indonesia  berkumpul di Balai Kirti, Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu 15 Mei 2019. Pertemuan 10 tokoh tersebut membahas agenda penting terkait situasi di Indonesia pasca pemilihan umum.

Para tokoh itu terdiri atas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkiflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Barat Emil Dardak,  Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Direktur Eksekutif The Yudoyono Institute  Agus  Harimurti Yudhoyono, serta Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid. Gubernur DKI Jakarta Anies  Baswedan urung hadir karena harus menghadiri acara di Pemprov DKI.

Menurut  Bima Arya, Wali Kota Bogor selaku tuan rumah, saat ini situasi dalam masyarakat tengah tersekat-sekat. Itu sebabnya, delapan kepala daerah dan dua tokoh muda nasional berkumpul di Bogor untuk membawa misi perdamaian.

“Kita berdiskusi tentang kondisi tanah air pasca pilpres. Semangat kita sama,kita ingin memberikan tempat kepada koridor hukum, membangun silaturahmi, dan fokus membangun kemaslahatan. Kami sepakat memperkuat jaringan, kita akan berkeliling Indonesia untuk membawa optimisme, menjelang  22 Mei, kita  harus terus mengkokohkan kebersamaan, memerangi perpecahan,” ujar Bima Arya, saat konferensi pers, mengemukakan hasil pertemuan tersebut, Rabu petang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan, pertemuan tersebut hanya  awal. Setelah pertemuan tersebut, para kepala daerah yang hadir sepakat untuk mendinginkan suasana di daerah masing-masing.  Salah satunya dengan menebar semangat persatuan di media sosial masing-masing.

“Kita semuanya sepakat, akan menuliskan di medsos kita, berkomentar di mana pun, kita berikan pesan-pesan damai. Kita juga bicarakan agenda kebangsaan, akan didetailkan nanti, ada usulan juga akan berkeliling ke banyak tempat. Sebenarnya di daerah enggak ada apa-apa, tapi ketika di Jakarta panas, nanti akan merembet ke daerah,” ujar Ganjar.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, ada fenomena kegelisahan yang sama di daerah. Penetapan hasil pemilihan presiden pada 22 Mei 2019 nanti menentukan nasib Indonesia jangka panjang. Masyarakat Indonesia, kata Ridwan, perlu memberikan ruang untuk menyelesaikan perbedaan.

“Saat tokoh-tokoh berkumpul, mood  warga akan terbawa. Jadi Kita berharap suasana di Indonesia kondusif, pasti ada perbedaan, ada kecewaan, ada kegembiraan. Tapi negara sudah menyiapkan mekanisme, peraturan perundangan sampai ke MK,” kata Ridwan.

Direktur Eksekutif The Yudoyono Institute  Agus  Harimurti Yudhoyono  mengatakan, inisiatif ini hadir untuk Indonesia. Menurut Agus, ia menangkap keresahan masyarakat pasca pemilu setelah 8 bulan terlibat dalam proses demokrasi.  Agus  meminta  beda pandangan politik  tidak boleh berlarut-larut dan tidak boleh menjadi konflik demokrasi.

 “Oleh karena itu, kita harus bergerak, berkumpul, turut menginspirasi generasi muda dalam proses politik 2019.  Justru perbedaan ini mempererat bangsa. Mudah-mudahan inisiatif sederhana ini bisa membawa makna yang baik,” kata Agus.***

 

 

 

 

 

Bagikan: