Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 24.4 ° C

Kelanjutan Pembangunan Tol Becakayu akan Gusur Rumah Menteri PUPR?

Riesty Yusnilaningsih
SUASANA di Komplek Pengairan yang merupakan kediaman Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kamis 16 Mei 2019. Perubahan trase lanjutan tol Becakayu dikabarkan akan menggusur kediaman Menteri PUPR.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
SUASANA di Komplek Pengairan yang merupakan kediaman Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kamis 16 Mei 2019. Perubahan trase lanjutan tol Becakayu dikabarkan akan menggusur kediaman Menteri PUPR.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Perubahan trase tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu hingga kini masih belum diputuskan. Pun terkait informasi akan tergusurnya kediaman Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono masih belum pasti.

Public Relations Officer PT Waskita Karya Indah Febrianti mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih membahas perubahan trase tersebut. "Pembahasan belum final, tapi begitu sudah ada keputusannya, akan segera kami sampaikan ke publik," kata Indah, Kamis, 16 Mei 2019.

Sebelumnya, jagat media sosial twitter sempat dihebohkan cuitan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang menyebutkan "Rumah pribadi Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono di Bekasi akan digusur untuk proyek jalan tol. Padahal dialah yang menjadi pimpinan pembuatan jalan. Hormat untuk Pak Basuki."
 

Rumah Menteri Basuki berlokasi di Komplek Pengairan, Rawa Semut, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Lokasi perumahannya persis berada di tengah antara aliran Kalimalang dan jalan tol Jakarta-Cikampek.

Menurut Indah, hingga kini, rencana usulan trase pada seksi II-B masih dalam pembahasan antara Waskita Toll Road dengan PT Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku pemegang konsesi tol tersebut. Meski demikian, proyek tol Becakayu terus berjalan.

Berdasarkan data, 'progress' pelaksanaan tol Becakayu sampai tanggal 28 April 2019 untuk seksi I ruas Casablanca-Jakasampurna mencapai 89,506 persen dari rencana 90,255 persen. Kemudian pada seksi II-A ruas Jakasampurna-Ahmad Yani mencapai 37,091 persen dari rencana 52,214 persen, sehingga bila ditotal kedua 'progress'-nya telah mencapai 76,327 persen dari target 80,690 persen.

"Target penyelesaian konstruksi untuk seksi I dan seksi II-A pada September 2019," katanya.

Menurut Indah, total rencana jalan tol Becakayu pada seksi I dan seksi II-A sepanjang 16,77 kilometer. Dari jumlah tersebut, ruas jalan tol yang telah beroperasi mencapai 10,2 kilometer, sedangkan jalan tol dalam konstruksi mencapai 6,57 kilometer. 

Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi Erwin Guwinda mengatakan rencana perubahan rute trase kedua tol Becakayu sudah berhembus sejak akhir 2017. Adapun, landasan perubahan trase tersebut adalah masalah estetika dan nilai ekonomis pembangunan jalan tol Becakayu. 
 

"Dari rapat terakhir hari ini dengan Kementerian PUPR dan BPJT resmi berubah, kabarnya ya rumah Menteri PUPR dan tetangganya ikut kena gusur," katanya.
Menurut Erwin, hingga saat ini Pemerintah Kota Bekasi belum menerima Detail Engineering Design perubahan trase kedua dari pemerintah pusat, sehingga pihaknya belum bisa menganalisis wilayah mana saja yang akan terkena dampak pembangunan.

Namun perubahan trase tidak akan mengubah tujuan awal pembangunan tol Becakayu. Pemkot Bekasi tetap memberikan solusi agar trase tol Becakayu melintas di Jalan Raya Kemakmuran, Bekasi Selatan. Akan tetapi, rupanya perubahan trase bukan melalui Jalan Raya Kemakmuran, melainkan melalui Jalan M. Hasibuan-Jalan Chairil Anwar-Jalan Raya Kalimalang hingga Grand Wisata, Tambun. Total panjang trase melintas di Kota Bekasi adalah 12 kilometer.

"Tujuannya kan agar warga Kabupaten Bekasi mudah kalau ke Jakarta. Trase baru ini tetap bisa memudahkan warga kabupaten khususnya wilayah Tambun Selatan, Tambun Utara, Rawa Kalong bisa memanfaatkan infrastruktur tersebut,” katanya.

Meski demikian, Pemkot Bekasi berharap pemerintah tetap memikirkan estetika pusat Kota Bekasi. Sebab, trase II-A tetap melintas sebagian di Jalan Ahmad Yani.***

Bagikan: