Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 24.4 ° C

Islamic Center Jadi Favorit Tempat Ngabuburit di Indramayu

Gelar Gandarasa
WARGA Indramayu Ngabuburit di kawasan Islamic Center Indramayu, Kamis, 16 Mei 2019. Kawasan religi itu jadi favorit warga menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.*/GELAR GANDARASA/PR
WARGA Indramayu Ngabuburit di kawasan Islamic Center Indramayu, Kamis, 16 Mei 2019. Kawasan religi itu jadi favorit warga menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.*/GELAR GANDARASA/PR

KAWASAN Islamic Center di Kabupaten Indramayu jadi tempat favorit bagi warga untuk ngabuburit. Warga rela datang jauh-jauh untuk menikmati keindahan bangunan di sana. Setiap waktu menjelang berbuka, kawasan itu selalu dipenuhi pengunjung.

Sejak siang hari, masjid termegah di Kabupaten Indramayu itu sudah dipenuhi oleh warga. Mereka ada yang hendak beribadah dan ada juga yang sekadar menghabiskan waktu menjelang buka puasa. Suasana di Islamic Center memang sangat indah untuk dipandang. Halaman depannya dilengkapi dengan rumput sintesis.

Dengan fasilitas tersebut banyak warga yang memanfaatkannya untuk beristirahat bersama keluarga. Sejumlah anak kecil nampak berlarian kesana kemari menikmati rumput buatan itu. Suasana di sana hampir serupa dengan Masjid Agung Bandung. Kawasan islami tersebut dijadikan warga sebagai ajang bersilaturahmi satu sama lain.

Salah seorang warga Ibnu menuturkan, dirinya datang jauh-jauh dari Juntinyuat untuk melihat keindahan bangunan masjid. Menurutnya, arsitektur bangunan indah dipandang. Halaman masjid yang luas membuatnya cukup lelah mengitari bangunan yang diresmikan tahun lalu itu. “Nyaman sehingga membuat ibadah menjadi khusyu,” ungkapnya, Kamis, 16 Mei 2019.

Pengunjung lainnya Rina mengaku, tempat ibadah tersebut nyaman bagi warga. Betapa tidak, selain menjalankan kewajiban ibadah dirinya pun bisa berkeliling menikmati keindahan bangunan. Apalagi di Kabupaten Indramayu tempat itu merupakan satu-satunya yang termegah. “Bangga punya bangunan seperti ini di Indramayu. Setiap sore kadang suka meluangkan waktu datang ke sini,” katanya.

Dia pun mengaku bangga, Indramayu memiliki salah satu pusat keagamaan. Diharapkan, keberadaan kawasan itu bukan sekadar menjadi tempat berekreasi saja melainkan menjadi tempat masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Setiap bulan Ramadan, Masjid Syekh Abdul Manan kerap dipenuhi oleh warga yang hendak beribadah. Pada akhir pekan, tak jarang warga dari luar daerah berbondong-bondong berwisata religi di bangunan tersebut.

Selain wisata ke Islamic Center Syekh Abdul Mannan, warga juga kerap berziarah ke makam Abdul Mannan. Di dekat makam juga ada peninggalan rumah Syekh Abdul Mannan di Paoman yang masih terjaga keasliannya. Tak jauh di depan rumah berdiri sebuah musala yang berdiri sejak ratusan tahun lalu. Keberadaan Islamic Center melengkapi wisata religi yang ada di Kabupaten Indramayu.

Kawasan Islamic Center Indramayu resmi beroperasi pada bulan Juni tahun 2018. Kala itu peresmian dilakukan oleh Ahmad Heryawan yang masih menjabat sebagai gubernur Jawa Barat. Bangunan yang menghabiskan dana Rp 122 miliar itu berdiri di lahan seluas 12 hektare. Adapun dana pembangunan berasal dari anggaran pemerintah provinsi dan daerah. Diperkirakan masjid dapat menampung jemaah hingga lebih dari 2.500 orang.***

Bagikan: