Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 15.5 ° C

Rp 1,1 Miliar Uang Baru Habis dalam Satu Jam

Tim Pikiran Rakyat
PENUKARAN uang baru disambut antusias. Tampak, para ASN di lingkungan Pemkot Banjar yang ikut antri menunjukan uang barunya di di halaman Kantor Kecamatan Purwaharja, Rabu 15 Mei 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN
PENUKARAN uang baru disambut antusias. Tampak, para ASN di lingkungan Pemkot Banjar yang ikut antri menunjukan uang barunya di di halaman Kantor Kecamatan Purwaharja, Rabu 15 Mei 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR,(KP).- Dinas Koperasi UMK dan Perdagangan Kota Banjar bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan Kota Banjar dan pengusaha Kota Banjar, kembali menggelar pasar rakyat di halaman Kantor Kecamatan urwaharja. Dalam kegiatan tersebut dijajakan uang kertas baru sebanyak Rp 1,3 miliar, Rabu 15 Mei 2019. 

Menurut Kepala Dinas Koperasi UMK dan Perdagangan Kota Banjar, H.Saifuddin, pasar rakyat kali ini berbeda, biasanya di pasar rakyat hanya melayani kebutuhan masyarakat, seperti sembako saja. "Di lokasi pasar rakyat kelima Kelurahan Purwaharja ini, ada layanan penukaran uang baru. Hadir dari Bank Indonesia Tasikmalaya, BRI Banjar dan BJB Banjar," ujar HSaifuddin.

Menurut Unit Pengelolaan uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Yudi Arifin, penukaran uang baru untuk di Kota Banjar dialokasikan sebesar Rp 1,3 miliar.

"Transaksi uang baru Rp 1,1 miliar itu hanya berlangsung satu jam saja. Sampai pukul 10.00 WIB di lokasi pasar rakyat depan Kantor Kecamatan Purwaharja tersisa uang baru sekitar Rp 200 jutaan lagi," tambah Yudi.

Menurut dia, selain memberikan pelayanan kepada masyarakat langsung, kehadirannya di Kota Banjar juga melayani penukaran uang baru dari perbankan. 

"Alokasi uang baru untuk perbankan di Kota Banjar sebesar Rp 700 juta. Sementara, masyarakat langsung dialokasikan sebesar Rp 600 juta," katanya.

Pelayanan terbaik

Lebih lanjut dia berharap perbankan di Kota Banjar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyaakat, selain melayani penukaran uang baru, diharuskan melayani penukaran uang lusuh, uang rusak/cacat dan uang pecahan kecil.

"Terbukti ada bank yang nakal, misal menolak penukaran uang lusuh, uang rusak/cacat dan uang pecahan kecil di Kota Banjar, sebaiknya bank tersebut langsung dilaporkan saja ke BI Perwakilan Perwakilan Tasikmalaya," ujarnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, setelah menerima pengaduan penolakan transaksi itu, dipastikan perwakilan BI Perwakilan Tasikmalaya langsung turun ke bank yang dilaporkan untuk klarifiksi. 

"Pilihlah tempat penukaran uang baru yang resmi. Di lokasi ini, penukaran uang baru dan uang lama itu utuh, tak ada potongan," ucapnya kepada wartawan Kabar Priangan, Dede Iwan.

Sejumlah masyarakat Banjar memberikan respons positif digelarnya pasar rakyat layanan penukaran uang kertas baru. Mereka berharap bank di Kota Banjar lainnya turun langsung ke lapangan, keliling melayani penukaran uang baru.

Minat masyarakat yang menukarkan uang lama terhadap uang baru di Kota Banjar cukup tinggi. Bukan hanya kalangan masyarakat biasa, tetapi ASN di lingkungan Pemkot Banjar sampai ikut antre.  

"Walaupun THR masih poek. Uang baru haruslah ada. Penukaran uang baru melalui layanan mobil keliling di lokasi pasar rakyat tak perlu antre, berapan pun uang ditukarkan dilayaninya oleh bank," tutur Fani (27) diamini warga Banjar lainnya. 

Pasar rakyat berikutnya, dijadwalkan 16 Mei 2019 (Kelurahan Raharja, Kec Purwaharja). Kemudian, 17 Mei 2019 (Desa Waringinsari, Kec. Langensari), 20 Mei 2019 (Desa Kujangsari, Kec Langensari).***
 

Bagikan: