Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 19.8 ° C

RGS tak Menyangka, Video Hoaks Buatannya Jadi Viral

Mochammad Iqbal Maulud
ILUSTRASI hoaks di Facebook.*/Ist
ILUSTRASI hoaks di Facebook.*/Ist

BANDUNG, (PR).- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) kembali mengungkap kasus penyebaran berita bohong atau hoaks. Kali ini kejadiannya berlangsung di Kabupaten Cirebon. Pada kasus tersebut kepolisian menetapkan satu orang tersangka yaitu RGS (45).

Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Truno‎yudo Wisnu Andiko membenarkan hal ini. Truno menyatakan kasus ini berawal dari laporan PPK Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon terkait adanya video viral rapat pleno penghitungan suara yang berlangsung tertutup.

"Jadi yang bersangkutan dengan menggunakan handphone miliknya membuat video sendiri dan mengatakan seolah-olah rapat pleno penghitungan suara berlangsung tertutup," kata Truno, di Mapolda Jabar, di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Rabu 15 Mei 2019.

Diketahui rapat pleno ini berlangsung di GOR Pamijahan, Desa Pamijahan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon,‎ pada Sabtu 20 April 2019.

Dalam video berdurasi 45 detik yang diunggah di akun facebook tersebut, tersangka mengatakan "Hari ini rapat pleno terbuka penghitungan C1 di PPK Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, akan tetapi kami merasa aneh sekali rapat pleno ini tertutup, masyarakat tidak boleh melihat, bahkan para saksi dipersulit untuk masuk," kata RGS pada video itu.

Setelah itu RGS mengatakan‎ "Ini enak-enakan nih petugas-petugas yang ada di dalam ini mau mengurangi mau menambahi ini kita viralkan ini. Kami mohon bantuan dari saudara sekalian untuk memviralkan. Salam sehat, salam 02 Prabowo-Sandi menang. Allahuakbar," ucapnya di video.

Video ini akhirnya viral di media sosial baik di Facebook, WhatsApp, Youtube hingga Instagram.

"Kita telah memeriksa 8 orang saksi yang berkait dengan kegiatan tersebut. Dan, dikatakan jika kegiatan penghitungan suara di PPK tersebut berlangsung terbuka," kata Trunoyudo.

Tidak mengerti

‎Sementara itu, menurut tersangka RGS (45), warga Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, mengaku tidak mengerti mekanisme penghitungan suara di tingkat kecamatan. ‎Meski demikian RGS mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.

‎"Saya minta maaf sebelumnya kepada warga, barangkali ada masyarakat yang dirugikan dengan unggahan saya. Itu semata-mata karena ketidaktahuan dan ketidak-mengertian saya atas penghitungan C1," ucapnya.

Menurut pengakuan RGS sebenarnya‎ dirinya merasa heran kenapa rapat pleno terbuka penghitungan C1 berlangsung di dalam gedung olahraga (GOR). Dirinya sempat bertanya kepada PPK alasan rapat pleno digelar di GOR. Apalagi, dirinya melihat GOR dalam kondisi yang tertutup. 

"Katanya diadakan dalam GOR agar tidak terkendala cuaca. Padahal cuaca lagi panas banget," kata RGS

RGS pun ini tidak menyangka videonya bakal viral. Pasalnya, video yang dibuatnya hanya disebarkan khusus komunitasnya di grup Facebook. "Yang membuat video saya, tapi yang menyebarkan di Youtube bukan saya. Saya hanya menyebarkan di komunitas saya di Facebook," ujarnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 45 a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Serta Pasal 14 ayat (1) Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Sehingga tersangka terancam hukuman penjara maksimal 6 tahun.***

Bagikan: