Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 25.5 ° C

Pungut Rp 100.000 untuk Pembuatan KTP, Pegawai Honorer Ditangkap

Nurhandoko
KANTOR Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis. Tim Saber Pungli Jabar , Rabu 15 Mei 2019 melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua karyawan honorer yang diduga melakukan pungutan liar.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
KANTOR Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis. Tim Saber Pungli Jabar , Rabu 15 Mei 2019 melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua karyawan honorer yang diduga melakukan pungutan liar.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Jawa Barat melakukan operasi tangkap tangan dua pegawai honorer di Dinas Kependududkan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis, Rabu 15 Mei 2019. Dua karyawan yang kena OTT diduga melakukan pungutan liar membantu pembuatan KTP elektronik.

Informasi yang dihimpun di Disdukcapil, Jalan Tentara Pelajar Nomor 7. Ciamis menyebutkan tim berjumlah lima orang itu datang ke kantor tersebut sekitar pukul 11.30 WIB. Tanpa banyak membuang waktu, tim menangkap dua karyawan hononer berinisial M dan S.

Keduanya ditangkap berkenaan dengan dugaan pungutan liat ketika membantu membuat KTP elektronik. Diduga sebelum melakukan operasi tangkap tangan, tim sudah melakukan pengintaian adanya pungutan liar oleh dua karyawan tersebut.  Hal itu bertentangan dengan aturan yang dengan tegas pengurusan dokumen pendudukan tidak dipungut biaya, gratis.

Sebelum ditangkap, karyawan tersebut tengah mengurus pembuatan KTP elektronik  seorang warga yang hendak mengurus pendaftaran haji. Warga tersebut minta bantuan untuk dibuatkan KTP elektronik, karena kartu identitas kependudukannya hilang. Transaksi pengurusan dilakukan di luar kantor. Untuk membantu pengurusan warga menyerahkan uang sebesar Rp 100.000.

Berlangsung singkat

OTT yang berlangsung singkat tersebut tidak pelak membuat kaget pegawai lainnya. Hanya saja mereka menolak memberikan komentar apa yang terjadi. Beberapa pegawai melihat dua orang karyawan honorer dibawa petugas ke lantai atas.

Sekitar pukul 14.45 WIB, tiga anggota polisi berseragam serta empat mengenakan pakaian preman keluar dari Kantor Disdukcapil. Sementara itu kegiatan OTT, tidak sampai menganggu pelayanan masyarakat. Bahkan banyak warga yang tengah mengurus dokumen kependudukannya tidak mengetahui sedang berlangsung OTT.

“OTT oleh Saber Pungli Jabar. Pas mau melakukan penangkapan, kami dipanggil dan bersama-sama. Sampai saat ini masih diklarifiikasi oleh Polda, nantinya diserahkan ke Polres Ciamis untuk langkah berikut,” tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Ciamis Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hendra Virmanto, Rabu 15 Mei 2019.

Hasil pemeriksaan sementara, modus yang dilakukan membantu calon jemaah haji yang tengah mengurus pembuatan e-KTP. Dokumen kependudukan tersebut sangat dibutuhkan, karena untuk mengurus paspor.

“Karena KTPnya hilang kemudian dibikinkan lagi, dengan tambahan Rp 100.000 per KTP. Soal berapa banyak yang sudah diurus masih dilakukan pendalaman, masih dihitung. Keduanya adalah karyawan honorer,” katanya.

Sementara itu Kepala Disdukcapil Ciamis Agus Ali Akbar melalui pesan singkatnya mengatakan tidak mengetahui adanya OTT yang berlangsung di kantornya. Hal itu disebabkan karena pada saat bersamaan tengah melakukan pelayanan di luar kantor. “Tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena saat itu sedang melakukan pelayanan di luar,” ujarnya.***

Bagikan: