Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Langit umumnya cerah, 17 ° C

Minat Mudik dengan Bus Diprediksi Menurun

Tommi Andryandy
FOTO udara jalur lintas selatan di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat, 10 Mei 2019. Jalur lintas selatan yang menghubungkan wilayah Cilacap hingga Yogyakarta tersebut dapat menjadi jalur alternatif bagi pemudik saat mudik Lebaran 2019. */ANTARA
FOTO udara jalur lintas selatan di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat, 10 Mei 2019. Jalur lintas selatan yang menghubungkan wilayah Cilacap hingga Yogyakarta tersebut dapat menjadi jalur alternatif bagi pemudik saat mudik Lebaran 2019. */ANTARA

CIKARANG, (PR).- Jumlah penumpang pada musim mudik lebaran 2019 diprediksi menimpang hingga lima kali lipat. Setidaknya, dalam satu hari, sebanyak 5.000 penumpang diberangkatkan dari Terminal Cikarang, Kabupaten Bekasi.

“Berkaca pada tahun lalu, ada 5.000 penumpang dari Cikarang setiap hari. Kalau di luar mudik, biasanya ada 1.000-an penumpang. Kalau mudik memang meningkat,” kata Koordinator Pengendalian dan Operasi Terminal Cikarang, Abbas Maliawan, Rabu, 15 Mei 2019.

Meski demikian, jumlah tersebut cenderung menurun dari beberapa tahun sebelumnya. “Memang tidak seperti beberapa tahun sebelumnya. Meski meningkat tapi jumlah pemberangkatan masih di kisaran ratusan bus, kalau beberapa tahun lalu bisa mencapai ribuan,” kata Abbas.

Terminal melayani 12 trayek yang terdiri dari delapan trayek antarkota dalam provinsi serta empat trayek antar kota antar provinsi. Seperti sebelumnya, mayoritas pemudik bertujuan ke Yogyakarta dan Tegal. Sedangkan untuk jarak pendek, tujuannya ke Bandung, Ciamis, Pangandaran dan Tasikmalaya.

“Untuk lonjakan penumpang masih belum, namun kami sudah melakukan serangkaian persiapan. Prediksi kami mulai H-7 lebaran sudah mulai ramai yang mudik,” ucap Abbas.

Berbagai persiapan kini tengah dilakukan pihak terminal di antaranya pendataan jumlah bis dari setiap pul, terutama perusahaan yang bakal mengoperasionalkan bus tambahan. Kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi untuk menguji kelaikan bus.

“Jadi berapa bus yang akan ditambah, kami uji kelaikan karena ini menjadi bagian yang penting. Jangan sampai unsur keselamatan ini tidak teruji. Kemudian bantuan dari pihak kabupaten untuk lalu lintas jalan,” ujar dia. Sejak naik kelas menjadi tipe B, Terminal Cikarang kini menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Jawa Barat.

Menurun

Meski terdapat lonjakan jumlah penumpang, namun minat masyarakat menggunakan bus untuk pulang kampung diprediksi menurun. Selain lebih memilih memanfaatkan program mudik dari berbagai instansi, layanan transportasi online pun dinilai memengaruhi.

“Dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, memang saat ini tiap tahun selalu ada penurunan. Karena banyak yang usaha transportasi online, pada punya mobil jadi tidak pakai bis. Itu cukup berpengaruh,” kata Abbas.

Mereka yang merantau di Kabupaten Bekasi tidak hanya bekerja sebagai buruh, namun banyak juga yang menjadi pengemudi taksi berbasis aplikasi. Pada musim mudik nanti, para pengemudi itu tidak lagi menggunakan angkutan umum namun mengendarai kendaraan pribadi.

“Bawa kendaraan kemudian bikin arisan, ajak saudara dan tetangga pulang bersama pakai mobil, jadi itu cukup berpengaruh,” kata dia.

Hal senada diungkapkan petugas tiket Bis Bahagia, Nasrudin. Bisa yang melayani trayek ke berbagai daerah di Jawa Tengah ini mengaku belum ada penumpang yang memesan tempat duduk untuk mudik nanti. Maka dari itu, pihaknya belum memikirkan menambah bis cadangan.

”Wah pulang kampung sekarang tidak seramai dulu sewa, sekarang mah mobil jalan penuh saja sudah Alhamdulillah. Karena biasanya saja kami sepuluh orang bus menuju Jogyakarta juga dibawa, karena mengedepankan pelayanan kepada sewa. Tapi memang biasanya masuk puasa sudah banyak yang pesan tapi sekarang masih belum. Semoga saja nanti mah rame,” ucapnya.***

Bagikan: