Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.2 ° C

Perusahaan yang Tak Bayar THR Akan Diberi Sanksi

Dodo Rihanto
ILUSTRASI tunjangan hari raya (THR).*/DOK PR
ILUSTRASI tunjangan hari raya (THR).*/DOK PR

KARAWANG, (PR).- Semua perusahaan, terutama kalangan industri diwajibkan membayar THR (tunjangan hari raya) kepada karyawannya paling lambat satu pekan sebelum Lebaran. Perusahaan yang tidak mematuhi kenentuan tersebut, bakal terkena sanksi dari Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat.

Demikian dikatakan Kepala Disnakertrans Karawang, Ahmad Suroto, saat dihubungi, Selasa 14 Mei 2019. "Kami tidak akan melayani kebutuhan perusahaan yang tidak memberikan THR tepat waktu. Bagaimana pun juga perusahaan itu membutuhkan sejumlah dokumen dari Disnakertrans," katanya.

Menurut Suroto, ketentuan tersebut telah disampaikan kepada 1.750 perusahaan melalui surat edaran Disnakertrans No. 368/2647/HIPK. THR tersebut harus diberikan penuh kepada karyawan yang sudah bekerja lebih dari satu bulan.

"Surat edaran sudah kami berikan kepada seluruh perusahaan yang ada di kawasan ataupun zona industri," katanya.

Diharapkan, semua perusahaan mematuhi surat edaran itu, sehingga tidak ada yang terkena sanksi. Sebab, THR merupakan hak bagi karayawan dan kewajiban bagi perusahaan.

Menurut Suroto, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jarang terjadi permasalahan THR antara karyawan dengan perusahaan. "Tahun lalu, hanya ada satu perusahaan yang bermasalah. Perusahaan itu hanya sangggup membayar 50 persen dari nilai THR,  sisanya dibayarkan habis Lebaran. Tapi kami tetap jatuhkan sanksi," kata Suroto.

Dijelaskan juga,  berdasarkan pemetaan di lapangan, belum ada masalah yang muncul terkait THR di setiap perusahaan. Kesanggupan perusahaan untuk memberikan THR masih tinggi, sehingga potensi konflik antara buruh dan perusahaan sangat kecil.

"Kami kira setiap perusahaan sudah memahami kewajibannya," katanya.***

Bagikan: